Cegah Karhutla, Sumsel Minta Pengelolaan Lanskap Sembilang-Dangku Dilanjutkan

Pemprov Sumatra Selatan berharap proyek pengelolaan lanskap Taman Nasional Sembilang-Dangku dapat dilanjutkan untuk mendukung pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di provinsi itu.
Dinda Wulandari | 26 November 2018 16:45 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya (berjaket biru) saat meninjrau kondisi perhutanan sosial di Kawasan Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Rabu (21/11/2018). - Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemprov Sumatra Selatan berharap proyek pengelolaan lanskap Taman Nasional Sembilang-Dangku dapat dilanjutkan untuk mendukung pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di provinsi itu.
 
Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim, Najib Asmani, mengatakan Sumsel merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang mendapat proyek pengelolaan lanskap dengan menyasar berbagai sektor mulai dari perkebunan, pertanian, kehutanan hingga perikanan.
 
“Pengelolaan lanskap ini sudah berjalan sejak 2015 lalu saat terjadi karhutla besar di Sumsel. Proyek ini sendiri mendapat bantuan dari negara donor, yakni Inggris dan Norwegia,” katanya, Senin (26/11/2018).
 
Najib mengatakan dari luasan total 21,6 juta hektare di kawasan Sembilang-Dangku, terdapat 21 desa yang dibina oleh proyek yang bertajuk Kelola Sendang tersebut.
 
“Model pengelolaannya bervariasi ada yang fokus di perikanan, pertanian atau perkebunan. Perkebunan sendiri sangat erat kaitannya dengan pencegahan karhutla,” katanya.
 
Menurut Najib proyek Kelola Sendang sudah memasuki tahap kedua yang tercatat sampai 2020. Harapan pemprov program pengelolaan lanskap dapat dilanjutkan.
 
“Harapan gubernur jangan sampai 2020 tidak berlanjut dan supaya berkembang, karena sekarang ini jadi prioritas pencegahan karhutla. Pasalnya di dalam program ada pemberdayaan masyarakat jangan sampai mereka dituduh jadi penyebab karhutla tetapi tidak kita support,” jelasnya.
 
Sementara itu Direktur Program Kelola Sendang Damayanti Buchori mengatakan pihaknya menyambut positif dukungan Pemprov Sumsel terhadap pengelolaan lanskap berkelanjutan di Sembilang-Dangku.
 
“Salah satu capaian dalam pengelolaan lanskap ini adalah kami sudah membangun sistem tata ruang yang bisa memonitor bagaimana performance penggunaan lahan,” katanya.
 
Dengan demikian, Damayanti melanjutkan, sistem itu berguna pula untuk mencegah karhutla karena adanya pemantauan sehingga bisa mengurangi bahkan mencegah adanya titik api.
 
“Hal-hal yang harus dicapai proyek ini [pencegahan karhutla] dapat dilihat secara kontinyu karena ktia punya sistem untuk memonitornya, secara lanskap membangun sistem dan tata kelola,” katanya.

Tag : Karhutla, sumsel
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top