Kawasan Ekonomi Khusus Pulau Asam Diyakini Bisa Segera Diresmikan

Oleh: Sarma Haratua Siregar 08 November 2018 | 13:31 WIB
Kawasan Ekonomi Khusus Pulau Asam Diyakini Bisa Segera Diresmikan
Pekerja sedang mengerjakan pembangunan pabrik industri hilir kelapa sawit dalam proses pembangunan, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (23/10/2018). PT Industri Nabati Lestari yang merupakan anak perusahaan holding PTPN III itu memiliki pabrik seluas 7,46 hektar yang memiliki kapasitas produksi sebesar 2.000 ton per hari tersebut akan mampu menghasilkan 36 ribu liter minyak goreng kemasan per hari untuk dipasarkan./Antara-Septianda Perdana

Bisnis.com, BATAM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau meyakini peresmian kawasan ekonomi khusus Pulau Asam dapat dirampungkan tahun ini setelah izin pembebasan hutan dikantongi.

“Saya sudah terima SK Pembebasan Hutannya. Kita tinggal mengajukan syarat formil kemudian peresmian dan mulai pembangunan. Tidak akan sampai tahun depan ini semua selesai,” ujar Gubernur Kepri Nurdin Basirun di Harris Hotel Batam Centre, belum lama ini.

Pembangunan kawasan ekonomi khusus di Pulau Asam, Tanjung Balai Karimun diharapkan mampu menciptakan pusat ekonomi baru. Strategi ini juga bagian upaya mengurangi kesenjangan pertumbuhan ekonomi Kepri.

Pertumbuhan ekonomi Kepri selama ini hanya terkonsentrasi di Batam, sementara kabupaten/kota lainnya bergerak lambat. Dari data BPS Kepri diketahui, kontribusi Batam terhadap ekonomi Kepri mencapai 70%.

Kabupaten Karimun yang memiliki posisi strategi serupa Batam dinilai cukup potensial dikembangkan. Nantinya KEK di Karimun ini bisa dijadikan kawasan penampungan minyak berkapasitas hingga 4 juta meter kubik.

Pulau Asam telah diusulkan menjadi KEK sejak tahun 2016 silam. Namun, status KEK masih terganjal status hutan produksi dan hutan produksi konversi di lokasi tersebut. Proses peralihan hutan di Pulau Asam ini rampung 17 September 2018 silam.

Adapun sejumlah investor berkomitmen mengikat kerja sama berbentuk konsorsium dalam pengembangan kawasan ini. PT Nusatama Properta Panbil ditunjuk sebagai lead consortium dan salah satu investor asing yang telah berkomitmen adalah China Communications Construction Company, Ltd. (CCCC).

“Investor asing berperan sebagai mitra strategis dalam kapasitas pengelolaan dan operasi tangki penyimpanan dan pembangunan infrastruktur,” jelas Chairman Panbil Group, Johannes Kennedy Aritonang.

Total investasi yang disiapkan untuk pengembangan 350 hektare lahan di Pulau Asam mencapai USD 1 miliar. Proyek pengembangan dibagi menjadi tiga bagian besar. Meliputi pengembangan tanah, pembangunan infrastruktur seperti terminal dan dermaga; persiapan manajemen dan pembangunan tangki minyak.

Johannes menuturkan pihaknya sudah mulai mengerjakan pekerjaan konstruksi tahap awal, seperti pembangunan dermaga dan jalan untuk mendukung aktivitas pembangunan tahap lanjutan saat KEK Pulau Asam telah diresmikan oleh pemerintah.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya