Pemprov Sumut Dukung Program Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi ‘USAID Jalin’

Oleh: Ropesta Sitorus 02 November 2018 | 23:34 WIB

Bisnis.com, MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mendukung program ‘USAID Jalin’, yakni program untuk penyelamatan kematian ibu dan bayi.

Program ini diharapkan dapat fokus dilakukan di satu daerah, sehingga hasilnya akan dapat dirasakan secara langsung. Apalagi tingkat kematian ibu dan bayi masih sangat tinggi di Sumut. 

Hal itu diungkapkan Wagub Musa Rajekshah saat menerima audiensi USAID Jalin yang dihadiri oleh Regional Manager Program USAID Jalin Sumut Harry Masyrafah bersama pengurus USAID Jalin Sumut lainnya, Nasril A Lubis, Zul Fadhli dan Eka Dewi di kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (2/11/2018).

Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck mengatakan kualitas kesehatan masyarakat Sumut masih sangat perlu ditingkatkan, terutama di daerah pantai barat.

“Masyarakat masih sangat sulit untuk berobat ataupun melahirkan ke rumah sakit, contohnya masyarakat di Panyabungan, banyak masyarakat yang tidak bisa tertolong dan meninggal di jalan karena jauhnya Rumah Sakit, makanya kalau USAID bisa membantu. Sebagai pemerintah. kami sangat mendukung,” ujar Ijeck seperti dikutip dari keterangan resmi.

Dia juga menyarankan agar program USAID Jalin dilakukan secara fokus di satu daerah terlebih dahulu sebagai pilot project lalu secara bertahap diduplikasi di daerah lainnya. Dia berharap USAID juga dapat berpartisipasi dengan memberikan bantuan peralatan kesehatan sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Sumut.

“Saya harap program ini bisa dilakukan di satu daerah dulu. Karena ini sifatnya kerja sama dengan Dinas Kesehatan, maka nanti akan bisa terlihat hasilnya langsung. Mungkin dievaluasi secara berjenjang atau berkala selama enam atau satu tahun,” paparnya.

Manager Program USAID Jalin Sumut Harry Masyrafah mengungkapkan program USAID Jalin akan melibatkan kerja sama dengan berbagai stakeholder, seperti Dinas Kesehatan Sumut, Dinas PU, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak dan lain-lain.

“Tujuan utama program ini untuk membantu pemerintah menekan angka kematian ibu dan bayi. Sebab dari data tahun 2017, Sumut berada di peringkat lima untuk kematian ibu dan bayi,” katanya.  

Berdasarkan data tahun 2017, angka kematian ibu di Sumut mencapai 5.000 orang per minggu sedangkan angka kematian bayi sebanyak 18 bayi per minggu. Rata-rata faktor kematian ibu disebabkan faktor pendarahan, hipertensi juga infeksi. Adapun, kematian bayi disebabkan gangguan pernafasan dan bayi berat lahir rendah.

“Untuk kematian ibu itu yang paling banyak di Labuhanbatu, Deliserdang juga Langkat. Sementara untuk kematian bayi itu terbanyak di Madina, Deliserdang juga Padang Sidimpuan,” paparnya.

 

Editor: Mia Chitra Dinisari

Berita Terkini Lainnya