Apa Itu Acara Adat Tepuk Tepung Tawar? Ini Rangkaian Kegiatannya

Oleh: Arif Gunawan 04 September 2018 | 19:26 WIB
Apa Itu Acara Adat Tepuk Tepung Tawar? Ini Rangkaian Kegiatannya
Sandiaga Salahuddin Uno, Calon wakil Presiden pendamping Prabowo Subianto, mengenakan pakaian adat melayu Melayu Cekak Musang warna merah hati saat mengunjungi Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Selasa 4 September 2018./Bisnis-Arif Gunawan

Bisnis.com, PEKANBARU – Acara adat tepuk tepung tawar menjadi perbincangan nasional, karena Lembaga Adat Melayu Riau menggelar kegiatan ini untuk menyambut Sandiaga Uno di Pekanbaru.

Kepala Dinas Kebudayaan Riau Yoserizal Zein mengatakan acara tepuk tepung tawar ini adalah kegiatan penyambutan tamu, dalam budaya Melayu.

"Acara ini untuk menyambut dan menghargai tamu, sudah ada tokoh nasional yang juga ditepuk tepung tawar LAM misalnya Susilo Bambang Yudhoyono," katanya kepada Bisnis, Selasa (4/9/2018).

Agenda tepuk tepung tawar di Riau digelar oleh masyarakat adat yaitu Lembaga Adat Melayu Riau, di Balai Adat Melayu Jalan Diponegoro Pekanbaru.

Budaya adat menyambut tamu ini berasal dari ritual di Kerajaan Sriwijaya yang dulunya beragama Hindu dan menjadi agama mayoritas masyarakat Indonesia di abad ke-7 Masehi, dan dilestarikan masyarakat Melayu sampai saat ini.

Acara ini digelar untuk menyertai kegiatan masyarakat seperti kelahiran, khitanan, pernikahan, peresmian atau naik rumah, membuka lahan pertanian baru, menjemput semangat untuk orang yang lepas dari bahaya, dan lainnya.

"Orang yang akan ditepuk tepung tawar, duduk di tempat yang disiapkan lalu secara berurut dilakukan tepuk tepung tawar oleh ulama, pejabat setempat, orang patut dan layak, hingga ditutup pemangku adat," katanya.

Dalam laman resmi Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri juga dijelaskan rangkaian acara adat tepuk tepung tawar yaitu daun perenjis ditepukkan pada tangan, bahu kiri dan kanan, kepala dan pangkuan dengan niat dan doa. Setelah itu ambil sedikit beras basuh, beras kunyit, bersih serta bunga rampai lalu ditaburkan kepada yang ditepung tawari. Menaburnya sama pula dengan merenjis atau menepuk, ini tergantung pada status sosialnya. Juga pada waktu menabur membaca doa dalam hati supaya Allah melimpahkan kurnia dan rahmat bagi yang ditepung tawari dan sekalian yang hadir. 

Setelah itu ambil sedikit inai kemudian oleskan ke telelapak tangan seraya berdoa agar dijauhkan dari bencana semoga dapat dikabulkan, lalu merenjiskan atau menepukkan dengan air pecung, terakhir yang ditepung tawari mengangkat tangan memberi salam sembah kepada yang menepung tawari.

Peralatan atau kelengkapan tepung tawar yang digunakan oleh masyarakat Melayu secara garis besar terdiri dari tiga bagian pokok, yaitu terdiri dari Ramuan Penabur, Ramuan Rinjisan, dan pedupaan atau perasapan.

Adapun Tepung Tawar yang diberikan ke penerima artinya adalah untuk menghapuskan atau membuang segala penyakit. Selain itu juga dijelaskan tepung tawar dilakukan sebagai lambang mencurahkan rasa kegembiraan dan sebagai rasa syukur atas keberhasilan, hajat, acara atau niat yang akan atau yang telah dapat dilaksanakan, baik terhadap benda bergerak (manusia) maupun benda mati (yang tidak bergerak).

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya