SBMPTN Medan Diikuti 60.440 Orang, Peserta Dilarang Gunakan Jam Digital

Oleh: Newswire 07 Mei 2018 | 08:21 WIB
SBMPTN Medan Diikuti 60.440 Orang, Peserta Dilarang Gunakan Jam Digital
Petugas memasang di bangku nomer ujian seleksi./Antara-Herman Dewantoro

Bisnis.com, MEDAN—Sebanyak 60.440 orang peserta akan mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN tahun 2018 yang digelar di sejumlah lokasi yang telah ditentukan oleh Panitia Lokal 14 Medan, Selasa (8/5/2018).

"Jumlah tersebut merupakan peserta yang telah mendaftar melalui Panitia Lokal (Panlok) 14 Medan, panitia bersama antara USU, UNIMED, UINSU dan Sub Panlok UNSAM Langsa," kata Ketua Panlok 14 Medan juga Wakil Rektor I Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Ir Rosmayati, MS, di Medan, Senin (7/5/2018).

Peserta SBMPTN tersebut, menurut dia telah mendaftar melalui online sejak tanggal 5 April dan ditutup tanggal 27 April 2018.

"Dari jumlah tersebut, untuk peserta kategori penyandang disabilitas tercatat 16 orang, yang nantinya mereka akan didampingi oleh tenaga bantuan pengisi jawaban khusus untuk penyandang tunanetra yang dipilih Panlok 14 Medan," ujar Prof Rosmayati.

Ia juga mengimbau kepada para peserta ujian tulis SBMPTN untuk meninjau lokasi dan ruang ujian paling lambat satu hari sebelum pelaksanaan ujian tersebut (Senin, 7/5).

Hal itu, dilakukan untuk menghindari agar para peserta SBMPTN tidak kesasar pada pelaksanaan ujian nantinya.

"Jika peserta SBMPTN terlambat, lebih dari 30 menit, maka mereka tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian," ucapnya.

Rosmayati berharap, para peserta sudah harus tiba di lokasi ujian masing-masing dan memasuki ruangan pada pukul 07.00 WIB.

Bagi peserta yang tersesat atau tiba pada lokasi yang salah di luar lokasi ujian yang telah ditentukan, diharuskan kembali ke lokasi asal untuk mengikuti ujian.

"Tidak diberikan dispensasi untuk mengikuti ujian di luar lokasi yang telah ditetapkan," kata Prof Rosmayati.

Sementara itu, Humas Panlok 14 Medan, Elvi Sumanti, M Hum, juga mengingatkan kepada para peserta untuk mempersiapkan perlengkapan dan alat tulis yang dibutuhkan dalam ujian dengan baik, serta membawa kartu ujian dan ijazah bagi peserta lulusan tahun 2016-2017 dan Surat Keterangan Tanda Lulus (SKTL) yang dilengkapi foto untuk lulusan 2018.

Ia menegaskan bahwa para peserta tidak diperkenankan membawa benda apapun yang tak berhubungan dengan alat tulis yang digunakan dalam ujian SBMPTN.

Selain itu, melarang peserta SBMPTN menggunakan jam digital yang disinyalir dapat membantu melakukan kecurangan dalam pelaksanaan ujian tersebut.

"Hasil ujian SBMPTN, nantinya akan diumumkan pada tanggal 3 Juli 2018 di laman http://pengumuman.sbmptn.or.id.," kata Elvi yang juga Kepala Humas USU.

 

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya