Bisnis.com, PEKANBARU-- Polda Riau menyatakan ikut bersiap siaga dan mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah tersebut pada tahun ini, dimana puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2025.
Kasubdit Ekonomi Ditintelkam Polda Riau, AKBP Boy Ashar menyampaikan pihaknya bersama berbagai pihak terkait berupaya mengantisipasi potensi Karhutla pada 2025.
"Kondisi cuaca tahun ini masih ekstrem, sehingga perlu diwaspadai dengan baik. Dengan koordinasi yang baik serta langkah pencegahan yang tepat, potensi karhutla dapat diminimalisir sehingga menciptakan situasi yang kondusif di Provinsi Riau," ungkapnya Kamis (27/2/2025).
Sementara itu Asisten I Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur, menegaskan pemerintah daerah telah menyiapkan regulasi sebagai pedoman dalam menangani Karhutla.
"Kami sudah menetapkan Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Gubernur (Pergub), serta petunjuk teknis terkait penanggulangan Karhutla. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa lebih cepat mendeteksi dan mengambil kebijakan yang tepat," jelasnya.
Berdasarkan data yang ada, puncak potensi kebakaran hutan di Riau diperkirakan terjadi pada Agustus 2025. Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya koordinasi hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan agar mitigasi karhutla bisa dilakukan lebih dini.
Baca Juga
"Harus ada tim kolaborasi bersama masyarakat, khususnya petani, untuk mencegah Karhutla. Karena dampaknya tidak hanya pada ekonomi, tetapi juga sosial, bahkan bisa berimbas ke negara tetangga," pungkasnya.