Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KLB Diare di Pesisir Selatan, Depot dan Sumber Mata Air Diuji

Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan dan Dinkes Provinsi Sumatra Barat bersama BPOM turun ke daerah kejadian luar biasa (KLB) diare.
Ilustrasi air bersih./Ist
Ilustrasi air bersih./Ist

Bisnis.com, PAINAN — Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan dan Dinkes Provinsi Sumatra Barat bersama BPOM turun ke daerah kejadian luar biasa (KLB) diare melakukan pengambilan sampel kualitas air minum.

Kepala Dinkes Sumbar Lila Yanuar mengatakan sebagai upaya mengantisipasi meluasnya penyakit diare yang menyerang wilayah Pesisir Selatan, langkah yang diambil yakni menguji kualitas air yang dijual di depot air minum dan di sumber mata air yang dikonsumsi oleh masyarakat sekitar.

"Selain telah dilakukan edukasi dan imbauan kepada masyarakat tentang perlu memasak atau merebus air yang dikonsumsi, serta memastikan bahwa makanan untuk anak dan keluarga aman, sehat. Kami juga ingin memastikan bahwa air yang dikonsumsi warga, melalui melihat uji kualitas air depot dan sumber mata air," katanya, Minggu (5/5/2024).

Dia menyatakan usai melakukan pengambilan sampel air di depot dan sumber mata air itu, beberapa hari kemudian akan ada hasil tentang kualitas airnya. Bila didapatkan kualitas air yang tidak sehat seperti halnya di depot, maka sesuai penegasan dari Pemkab Pesisir Selatan akan ada penindakan penutup usaha depot air minum.

Begitupun untuk kondisi di sumber mata air yang di ambil secara alami oleh warga, bila didapatkan bahwa kondisi air yang tidak sehat, ada kebijakan tegas dari Pemkab Pesisir Selatan untuk melarang warga mengambil air di sumber mata air di Sutera tersebut.

"Kami berharap dengan adanya upaya ini, kondisi penyebaran diare bisa terkendali, dan tidak ada lagi korban jiwa," harapnya.

Lila juga menyampaikan bahwa di Pesisir Selatan daerah terparah terjangkit diare itu berada di Puskesmas Surantih atau di wilayah Kecamatan Sutera. Kemudian kasus serupa juga ditemukan di Kecamatan Lengayang dan Kecamatan Batang Kapas, hanya saja jumlahnya sangat sedikit dan tidak ada korban jiwa di Lengayang dan Batang Kapas itu.

Data hingga sore ini, tercatat 5 orang balita meninggal dunia, 145 anak lainnya positif terpapar penyakit diare. Penanganannya mulai di Puskesmas, dan bila kondisi belum membaik, maka dirujuk ke RSUD di Painan dan di RS BKM Salido, Pesisir Selatan. "Ada puluhan anak-anak juga yang berhasil sembuh. Semoga kondisi ini segera membaik," ucap Lila.

Kepala Puskesmas Surantih Hari Masrizal menambahkan pada kegiatan pengambilan sampel itu, terdapat sejumlah depot air minum yang didatangi Tim Dinkes bersama BPOM Padang. Kemudian terdapat dua titik sumber mata air yang juga diambil air untuk diuji kualitasnya.

"Mata air itu yang berada di Gunung Malelo dan di Ampalu," jelasnya.

Masri juga menyampaikan kondisi per hari Minggu (5/5) ini pasien yang masuk ke Puskesmas mengalami tren menurun. Biasanya 24 jam pasien terus berdatangan dari berbagai desa di Sutera. Namun khusus hari ini, pasien yang datang mulai berkurang.

"Saya tidak mencatat data per hari, tapi saya pastikan pasien yang masuk ke Puskesmas berkurang. Semoga hal ini tanda-tanda penyakit diare mulai terkendali," ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa kasus diare terparah berada di Sutera, bahkan sebagian besar pasien balita yang kini di rawat di RSUD Painan dan RS BKM Salido yang terkena diare berasal dari Surantih.

"Saya sangat berharap kepada masyarakat, mengingat penyakit diare ini menular, kepada anak-anak yang terkena diare diminta untuk tidak berdekatan dulu dengan anak-anak yang masih sehat," imbaunya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper