Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Posisi Strategis dan Minim Bencana, Makin Ramai Investor Masuk ke Riau

Sepanjang 2023, angka realisasi investasi PMDN dan PMA Provinsi Riau mencapai Rp78,47 triliun, atau mengalami kontraksi 4,89% dibanding periode yang sama 2022.
Deretan truk di sekitaran perkebunan sawit./Reuters-Willy Kurniawan
Deretan truk di sekitaran perkebunan sawit./Reuters-Willy Kurniawan

Bisnis.com, PEKANBARU-- Provinsi Riau diyakini semakin dilirik oleh para investor dan pebisnis, karena memiliki berbagai sisi positif dan potensi ekonomi yang menjanjikan kedepannya.

Hal ini dapat dilihat dari berbagai indikator yang menunjukkan minat investasi dan kunjungan wisatawan yang terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Ekonom Universitas Riau Edyanus Herman Halim mengatakan bahwa peningkatan jumlah penumpang yang tercatat di Bandara Pekanbaru pada triwulan I/2024, bisa dilihat dari beberapa sisi mulai dari meningkatnya minat investasi, hingga semakin menjadi pilihan destinasi wisata yang berkembang dengan adanya pusat bisnis, mal, dan rumah sakit besar.

"Banyak orang Riau yang punya keluarga di luar daerah, seperti di beberapa daerah transmigran dan kini sukses dengan kebun sawit, sehingga lalu lintas orang dan barang kian meningkat. Lalu kini Riau juga punya banyak faktor yang menjadi daya tarik seperti mal, pusat belanja modern, rumah sakit besar, dan juga Riau ini punya kedekatan geografis dengan Malaysia," ungkapnya Rabu (17/4/2024).

Kemudian dengan potensi komoditas unggulan kelapa sawit, dan komoditas lainnya, bisa diolah di Riau untuk kemudian dikirim untuk keperluan pasar impor maupun ekspor.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau mencatat pada Triwulan IV/2023 angka investasi daerah itu mencapai Rp12,38 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 16,68% dibandingkan dengan periode yang sama Triwulan IV/2022 yang mencapai Rp10,61 triliun. 

Untuk sepanjang 2023, angka realisasi investasi PMDN dan PMA Provinsi Riau mencapai Rp78,47 triliun, atau mengalami kontraksi 4,89% dibanding periode yang sama di 2022 yang senilai Rp82,5 triliun. 

Dengan besarnya potensi itu, dia meminta kepada pemerintah daerah untuk segera menyiapkan kawasan-kawasan yang bisa menjadi lokasi investasi, terutama setelah banyaknya pembangunan tol dan proyek tol di masa mendatang. 

Menurutnya, penting untuk memperhatikan kawasan industri yang lebih profesional agar bisa menarik investor untuk mengembangkan industri hilir dari komoditas, termasuk kelapa sawit.

"Perlu diundang investor untuk mengembangkan industri hilir, seperti pabrik minyak goreng dan pabrik olah turunan sawit karena sekarang sabut kelapa sawit juga sudah bisa diolah menjadi fiber dan lainnya," tambahnya.

Halim juga menekankan perlunya perencanaan kawasan untuk memudahkan investor dalam mengolah bahan-bahan tersebut, termasuk pengolahan karbon aktif dalam skala besar.

"Dengan demikian, tidak hanya wisatawan yang akan ramai, tetapi juga para pebisnis yang jeli melihat potensi daerah ini yang minim bencana seperti gempa dan lainnya, serta letak geografis Riau yang sentral atau berada di tengah sehingga memudahkan akses pasar ekspor ke Malaysia," paparnya.

Sebelumnya diketahui jumlah penumpang yang menggunakan jasa penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru tercatat mengalami kenaikan sebesar 5% pada triwulan I/2024 bila dibandingkan periode sama tahun lalu.

Executive General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Radityo Ari Purwoko menyebutkan dari data pihaknya sepanjang triwulan I/2024 jumlah penumpang yang menggunakan bandara itu mencapai 664.581 orang.

"Jumlah penumpang bandara Pekanbaru di triwulan I/2024 mencapai 664.581 orang, angka ini tercatat naik sebesar 5% dibandingkan periode sama tahun lalu di 2023 yang sebanyak 628.837 orang," ujarnya kepada Bisnis.

Sementara itu untuk jumlah penerbangan yang sudah bergerak dari bandara itu sampai akhir triwulan I/2024 sudah mencapai 5.581 penerbangan. 

Jumlah ini tercatat memang mengalami penurunan sebesar 1,38% jika dibandingkan periode sama tahun lalu, yang berada di posisi 5.659 penerbangan.

"Meski jumlah penerbangan berkurang, namun jumlah penumpang yang menggunakan bandara Pekanbaru tidak terdampak," ujarnya.

Ketua Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Riau Dede Firmansyah mengatakan sejumlah faktor pendorong meningkatnya penerbangan dari bandara Pekanbaru diantaranya adalah kembali dibukanya sejumlah rute seperti Pekanbaru-Surabaya di awal 2024.

Kemudian dia menyebutkan warga Pekanbaru dan Riau juga semakin banyak berangkat umrah setiap bulannya, sehingga jumlah pengguna jasa bandara di ibu kota Provinsi Riau itu terus meningkat.

"Itu beberapa faktor pendorongnya, selain kembali dibukanya rute domestik, juga faktor pembukaan rute internasional termasuk penerbangan umrah yang semakin ramai setiap bulan," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arif Gunawan
Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper