1.021 Pengaduan Masuk ke OJK Sumut, Perbankan Paling Banyak

OJK Sumut menerima 1.021 pengaduan sepanjang tahun 2023 di mana mayoritas terkait sektor perbankan.
Kantor OJK Sumarta Utara/ Rismayeti Rismayeti
Kantor OJK Sumarta Utara/ Rismayeti Rismayeti

Bisnis.com, MEDAN – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatra Utara (Sumut) menerima sebanyak 1.021 pengaduan sepanjang tahun 2023.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Kantor OJK Sumut Wan Nuzul Fachri mengatakan bahwa dari jumlah total pengaduan itu, sebanyak 453 berhubungan dengan sektor perbankan, 263 pengaduan terkait dengan asuransi, sebanyak 167 berkaitan dengan perusahaan pembiayaan.

Lalu, lanjutnya, ada pula pengaduan terkait fintech peer-to-peer (P2P) lending yang berizin OJK sebanyak 119 pengaduan, serta sisanya ialah pengaduan yang melibatkan layanan industri keuangan non bank (IKNB) dan sektor pasar modal.

“Ada 9.135 permintaan layanan yang diterima OJK Sumut selama periode Januari hingga Desember 2023 yang berasal dari masyarakat di wilayah Sumatra Utara. Di antara jumlah tersebut, kategori pengaduan sebanyak 1.021,” terang Nuzul, Minggu (4/2/2023).

Nuzul mengatakan sebagian besar dari permintaan yang masuk terdiri dari pertanyaan, dengan jumlah mencapai 7.177 pertanyaan. Sementara sisanya ialah permohonan informasi yakni sebanyak 937 permintaan.

Terkait penanganan ribuan pengaduan yang diterima melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), jelasnya, Kantor OJK Sumut telah melakukan upaya penyelesaian secara berkelanjutan, baik yang pengaduan yang berindikasi sengketa maupun pelanggaran.

Dia menyebut dari total 1.021 pengaduan itu, sebanyak 917 pengaduan atau sekitar 89,81% telah berhasil diselesaikan Kantor OJK Sumut.

“Hampir 90% telah kami selesaikan melalui proses penanganan yang efektif. Sementara sisanya saat ini masih dalam tahap penyelesaian,” lanjutnya.

Di samping itu, Kantor OJK Sumut juga aktif melakukan tindakan pencegahan dalam rangka perlindungan konsumen dengan melakukan edukasi ke masyarakat seputar sektor jasa keuangan.

Nuzul menjelaskan, selama Januari hingga desember 2023 kantor OJK Sumut telah mengadakan sebanyak 82 kegiatan edukasi keuangan.

Kurang lebih 25.460 peserta di wilayah Sumut terangkum berpartisipasi di seluruh rangkaian kegiatan edukasi tersebut.

“Termasuk dalam kegiatan itu ialah program Roadshow Edukasi Daerah 3T yang dilaksanakan dengan mengandalkan kendaraan Simolek Edutainment OJK. Jadi kendaraan Simolek ini bergerak langsung ke kabupaten yang masuk kategori tertinggal, terdepan, dan terluar dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat seputar sektor jasa keuangan,” terang Nuzul.

Selain itu, kata Nuzul, OJK juga melibatkan mahasiswa untuk turut serta dalam mengedukasi masyarakat. Mahasiswa-mahasiswa yang disebut Sobat SIKAPI itu dipersiapkan OJK sebagai pelaksana kegiatan edukasi keuangan dalam rangka peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.

“Terkait Sobat SIKAPI kami sudah menyelenggarakan kegiatan training of trainers (ToT) Sobat SIKAPI di berbagai universitas di Sumatra Utara. Sobat SIKAPI yang terdiri dari mahasiswa yang dipilih oleh pihak universitas ini merupakan infrastruktur sumber daya manusia yang dipersiapkan OJK sebagai pelaksana kegiatan edukasi keuangan ke daerah-daerah,” kata Nuzul. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Delfi Rismayeti
Editor : Thomas Mola
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper