Sumut Mendapat Alokasi 8.220 Ton Jagung Pakan Ternak

Sumatra Utara (Sumut) kebagian jatah bantuan 8.220 ton jagung untuk pakan ternak dari pemerintah pusat.
Petani menjemur jagung di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/8)./JIBI-Paulus Tandi Bone
Petani menjemur jagung di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/8)./JIBI-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MEDAN — Sumatra Utara (Sumut) kebagian jatah bantuan 8.220 ton jagung untuk pakan ternak dari pemerintah pusat.

Bantuan yang disalurkan melalui Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sumut kepada 21 peternak di 5 kabupaten/ kota tersebut merupakan respons pemerintah atas harga jagung pakan ternak yang terus melampau batas harga acuan pemerintah (HAP).

Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sumut Arif Mandu mengatakan, kenaikan berkala harga jagung pakan sejak setengah tahun terakhir membuat peternak semakin gusar.

"Harga jagung pakan di pasaran saat ini makin mahal. Penyebabnya, menurut informasi yang saya dapat, dari pengaruh cuaca yang bikin semua sentra produksi baik di Jawa, Nusa Tengga Barat, maupun Sulawesi, semua kekeringan sehingga panen berkurang," kata Arif saat dihubungi Bisnis, Selasa (30/1/2024).

Berkurangnya panen jagung dari sentra-sentra produksi, lanjut Arif, berdampak pada penyusutan stok jagung nasional. Minimnya stok lantas menyulut harga komoditas yang juga dijadikan pakan ternak (unggas) ini. 

Dari panel harga di laman Badan Pangan Nasional, harga rata-rata jagung untuk pakan ternak di Sumut per 30 Januari 2024 mencapai Rp6.920,- per kilogram. Harga tersebut jauh melebihi HAP yang ditetapkan, yakni Rp5.000,- per kilogram.

Kenaikan harga jagung pakan yang signifikan tersebut berpotensi menganggu stok maupun stabilitas harga unggas juga telurnya di pasaran lantaran ketidaksanggupan peternak membeli pakan ternak.

Mengantisipasi efek domino dari kelangkaan stok jagung pakan, jelang akhir tahun lalu pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengimpor 500.000 ton jagung secara bertahap.

"Sumut dapat pagu 8.220 ton jagung pakan yang akan tiba secara bertahap sampai Februari mendatang. Saat ini sudah tiba yang tahap pertama, dan sudah kami salurkan kemarin ke 21 peternak yang tersebar di Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun dan Binjai," ujar Arif.

Dikatakan Arif, jagung pakan yang didistribusikan pihaknya ini dapat ditebus peternak dengan harga sesuai HAP, yakni Rp5.000,- per kilogram. Kendati, hanya peternak yang telah terdaftar yang bisa mendapat bantuan jagung dengan harga di bawah harga pasar ini.

"Kami hanya menyalurkan [bantuan pakan] kepada peternak yang sesuai dengan data dari pusat. Bulog tidak tahu menahu soal data tersebut. Itu dari asosiasi peternak dan dinas peternakan yang mengusulkan [penerima bantuan pakan] ke Kementan dan Bapanas," kata Arif.

Sebelumnya, Bulog Kanwil Sumut telah menyalurkan bantuan jagung pakan ternak tahap I sebanyak kurang lebih 440 ton kepada 21 peternak, pada Senin (29/1/2024). 

Bantuan tahap pertama tersebut dibagi rata sehingga masing-masing peternak memperoleh kurang lebih 20 ton jagung pakan. Penyerahan keseluruhan bantuan jagung pakan untuk peternak penerima di Sumut kata Arif akan dilakukan pada Februari 2024. (K68)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Delfi Rismayeti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper