Jelajah UMKM: Produk KUB Karya Bening Sejahtera Terjual ke Seluruh Nusantara

Masa pandemi Covid 2020 silam memberikan dampak berat bagi ekonomi masyarakat semua kalangan, termasuk dirasakan oleh para ibu rumah tangga di Kota Pekanbaru.
Foto: Kala Produk KUB Karya Bening Sejahtera Terjual ke Seluruh Nusantara
Foto: Kala Produk KUB Karya Bening Sejahtera Terjual ke Seluruh Nusantara

Bisnis.com, PEKANBARU – Masa pandemi Covid 2020 silam memberikan dampak berat bagi ekonomi masyarakat semua kalangan, dan termasuk dirasakan oleh para ibu rumah tangga di Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru. Berangkat dari rasa kepedulian untuk kesejahteraan bersama, Suryani dan beberapa temannya menginisiasi sebuah Kelompok Usaha Bersama (KUB) Karya Bening Sejahtera.

KUB ini berdiri pada 2022, setelah beberapa usaha keluarga yang awalnya mereka geluti sudah rontok dihantam pandemi. Namun, semangat untuk bangkit dari keterpurukan menjadi visi yang sama untuk digapai para ibu-ibu melalui KUB ini.

“Sejak awal berdiri kita ada 20 anggota yang tergabung di KUB Karya Bening Sejahtera. Jadi kami punya inisiatif untuk membentuk KUB, agar bisa mengakomodir produk-produk dari usaha rumahan itu, dan bisa berjalan bersama. Bahkan, ada beberapa anggota kelompok kita mulai lagi dari awal setelah covid, walaupun sebelumnya mereka sudah punya usaha,” ujarnya Kamis (23/11/2023).

Dirinya yakin produk-produk yang dihasilkan para anggota KUB ini memiliki nilai ekonomi dan berpotensi untuk berkembang. Meski dalam perjalannya, usaha-usaha ini belum sesuai dengan harapan. Pelan namun pasti, Suryani dan beberapa kawannya berhasil memupuk semangat rekan-rekan lain untuk tidak berhenti mengembangkan usaha mereka.

KUB ini memproduksi berbagai jenis makanan serta jajanan yang unik dan kekinian. Seperti keripik, minuman sehat, brownies, abon ikan, stik dan lain-lain. Seiring berjalannya waktu, Suryani menjelaskan produk-produk dari KUB ini sudah bisa diterima pasar di Pekanbaru. Produk jajanan olahan mereka kini banyak dijual di gerai oleh-oleh hingga supermarket.

Di rumahnya, Suryani saat ini membuat tiga jenis produk yakni keripik tempe, keripik pare dan serbuk jahe merah. Ketiganya telah merambah pasar offline dan online di marketplace. Memang pasar utamanya masih di wilayah Pekanbaru dan sekitar. “Tapi kalau untuk pemesanan secara online kita sudah pernah kirim ke Jawa, Jakarta, Pelambang dan Jambi,” tuturnya.

Di tengah jalan, upaya mereka untuk terus bangkit itu mendapatkan perhatian dari Bank Indonesia (BI). Pada 2022, BI memiliki roadmap program pengembangan kelompok usaha subsisten atau kelompok usaha yang masih sederhana dengan jumlah produksi yang di hasilkan sedikit dan hanya mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Dan KUB Karya Bening Sejahtera masuk dalam target program BI tersebut.

Dalam menjalankan program pengembangan usaha subsisten, BI menunjuk mitra pelaksana, yakni Rumah Zakat. BI menilai Rumah Zakat kompeten dan berpengalaman dalam melakukan pemberdayaan kelompok subsisten.

Pada tahap awal, KUB tersebut mendapatkan pelatihan dasar tentang berwirausaha. Kemudian diberikan motivasi, kurasi produk hingga dilakukan evaluasi secara bertahap sebagai upaya perbaikan dan peningkatan kualitas hasil produksi.

Hingga kini, upaya pembinaan dari BI dan Rumah Zakat masih terus berlanjut. Dalam perjalannya, kata dia, terjadi perkembangan signifikan terhadap kualitas produk yang diproduksi. Meski masih dalam skala lokal, produk dari KUB Karya Bening Sejahtera, cukup populer di rak supermarket dan gerai oleh-oleh ternama di Pekanbaru. “Alhamdulillah, sampai saat ini upaya pembinaan dari BI masih berlanjut dan kami merasakan perubahan yang luar biasa dari produk-produk yang kami buat,” katanya.

Dia mengakui hingga kini untuk pemasaran, sekitar 70 persen masih dilakukan secara offline, dan sisanya sekitar 30 persen dipasarkan secara digital. Memang sebagai pelaku UMKM yang sebagiannya adalah pemula di platform digital, para anggota KUB tersebut giat belajar dan terus menambah pengalaman dalam memasarkan produk secara online, lewat media sosial hingga dijual di berbagai marketplace.

Beberapa kendala yang ditemui KUB ini di lapangan misalnya meningkatkan kualitas dari sisi pengemasan. Diakui pihaknya memang masih belum semua kemasan produk tersebut sesuai standar. Lalu ada juga produk makanan yang belum tahan lama, serta minimnya peralatan pendukung produksi karena memang harga mesinnya sangat mahal.

Namun demikian, dia menambahkan, hadirnya BI dalam upaya pembinaan telah memberi semangat dan harapan baru bagi pelaku usaha yang tergabung dalam KUB ini, untuk terus bangkit dan berkembang.

“Teman-teman yang dulunya sempat down, sekarang sudah bangkit lagi. Lewat pelatihan yang diberikan Bank Indonesia kini kami akhirnya mengetahui celah-celah potensi pasar baru, apa yang harus diperbaiki untuk meningkatkan kualitas produk. Paling tidak, kemandirian dalam hal finansial keluarga sudah dapat kami rasakan,” tuturnya.

Dia berharap kepada BI untuk terus melakukan upaya pembinaan kepada pihaknya agar semakin berkembang dan mandiri. Kini rasa percaya diri untuk tampil dengan produk, sudah mulai tumbuh di kalangan anggotanya. Suryani secara pribadi berharap dan optimistis suatu saat nanti produknya bisa menembus ke pasar ekspor. Walau dia menyadari masih banyak tahapan dan proses panjang yang harus dilalui.

“Kepada teman-teman, saya berharap untuk terus belajar dan mengembangkan diri, terutama bagaimana produk-produk yang kita hasilkan ini mampu bersaing dalam pasar yang skalanya lebih besar,” kata Suryani.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, Muhamad Nur, cukup terkesan dengan semangat yang dimiliki oleh pelaku usaha di KUB Karya Bening Sejahtera. Upaya pendampingan yang dilakukan BI tersebut bertujuan agar pelaku usaha mikro bisa terus tumbuh dan berkembang.

“Ke depan mereka dapat meningkatkan kualitas dari produknya sehingga yang dari mikro naik menjadi kecil, dari kecil naik ke menengah dan pada akhirnya mereka menjadi UMKM mandiri,” ungkapnya.

Dengan demikian, akses permodalan ke bank akan lebih mudah didapat. Jika tujuan ini sudah tercapai, otomatis UMKM akan mendapat jaminan jangka panjang dalam pengembangan usahanya sesuai dengan permintaan pasar. “Syukur-syukur, nantinya kita harap mereka juga bisa masuk ke pasar ekspor,” pungkasnya.

Konten ini merupakan bagian dari pemberitaan Program Jelajah UMKM Riau yang didukung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, dan Bank BRI Regional Pekanbaru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Media Digital
Editor : Media Digital
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

# Hot Topic

Rekomendasi Kami

Foto

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler