Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kenaikan Harga Beras di Sumut, Begini Temuan KPPU

KPPU mengonfirmasi kenaikan harga dari hasil sidak yang dilakukan pihaknya bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara (Sumut) dan Satgas Pangan.
Tim gabungan dari Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I (Kanwil I) dan Satgas Pangan menyidak kilang penggilingan padi di Kabupaten Deliserdang, Rabu (4/10/2023)./Ist
Tim gabungan dari Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I (Kanwil I) dan Satgas Pangan menyidak kilang penggilingan padi di Kabupaten Deliserdang, Rabu (4/10/2023)./Ist

Bisnis.com, MEDAN – Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kantor wilayah I (Kanwil I), Ridho Pamungkas, mengonfirmasi kenaikan harga beras dari hasil sidak yang dilakukan pihaknya bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara (Sumut) dan Satgas Pangan ke kilang padi di Kabupaten Deliserdang, Rabu (4/10/2023) kemarin.

Sidak ke kilang padi tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti lonjakan harga beras satu bulan belakangan. "Sejauh ini masih karena pasokan dari petani yang menurun. Di kilang dan gudang, pasokan normal, tidak ada penimbunan," kata Ridho melalui pesan WhatsApp, Kamis (5/10/2023) malam.

Sebelumnya, KPPU Kanwil I bersama Pemprov Sumut, Bank Indonesia Kanwil Sumut, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Perum Bulog meninjau beberapa kilang padi di Kabupaten Deli Serdang. 

Tinjauan dilakukan guna mencari tahu penyebab naiknya harga beras di tingkat konsumen lantaran tidak sejalan dengan data BPS yang menyebut produksi gabah petani Sumut mengalami surplus.

Dari sidak tersebut, tim belum menemukan adanya indikasi permainan spekulan yang menahan stok beras agar harganya meninggi, maupun adanya penjualan bersyarat dengan memanfaatkan kondisi penurunan pasokan. 

Dialog antara tim dengan pemilik kilang mengungkap, penyebab utama naiknya harga gabah yang berimbas pada kenaikan harga beras ialah karena banjir yang melanda beberapa daerah pertanian di Sumut seperti Pantai Cermin, Sei Rampah dan Tebing Tinggi.

Banjir telah menyebabkan sebagian besar petani di kawasan tersebut mengalami gagal panen. Hal itu memicu kelangkaan gabah dan membuat harganya melonjak hingga mencapai Rp7.000 per kilogram pada Agustus hingga September 2023 kemarin. 

“Faktor cuaca menjadi penyebab terjadinya kompetisi harga di tingkat kilang. Petani atau agen berani memasang harga paling tinggi. Jika kilang tidak mau membeli, mereka akan pindah ke kilang lainnya, mau tidak mau kilang juga ikut menaikkan harga” ujar Shobi Kurnia, Kabid Kajian dan Advokasi KPPU Kanwil I yang turut dalam sidak ke kilang padi pada Rabu (4/10/2023) kemarin.

Shobi menambahkan, saat itu agen membeli gabah dari petani di harga Rp6.800 per kilogram dan menjual kepada penggilingan padi dengan harga Rp7.000 per kilogram. Kendati harga sempat tinggi, di awal Oktober ini tim memastikan harga gabah sudah mulai mengalami penurunan ke level Rp5.800 per kilogram.

"Saat ini produksi gabah sudah mulai stabil karena masuknya masa panen, sehingga harga gabah diprediksi akan berangsur wajar," ujar Shobi.

Ia pun menegaskan, KPPU bersama pemerintah dan Satgas Pangan akan terus mengawasi pelaku usaha dalam rantai pasok beras agar tidak melakukan perilaku yang melanggar hukum persaingan usaha ataupun mengeksploitasi konsumen. (K68) 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Delfi Rismayeti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper