Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kelayakan Pelabuhan Batuampar untuk Sandar Kapal Disoal

Di Batam, kapal milik Pelni selalu bersandar di Pelabuhan Batuampar. Sejatinya pelabuhan tersebut merupakan pelabuhan bongkar muat.
Peninjauan Pelabuhan Batuampar./Ist
Peninjauan Pelabuhan Batuampar./Ist

Bisnis.com, BATAM — Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) menilai Pelabuhan Batuampar tidak layak untuk dijadikan pelabuhan penumpang.

"Dari kacamata Ombudsman, Pelabuhan Batuampar memang kurang layak untuk dijadikan pelabuhan penumpang karena alasan infrastruktur dan lainnya," kata Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi Ombudsman RI Perwakilan Kepri, Adi Permana, saat meninjau pelabuhan Batuampar saat arus mudik berlangsung, Rabu (19/4/2023).

Meskipun begitu, ada upaya dari pihak Pelni dan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk memperbaiki kekurangan yang ada. "Contohnya tenda-tenda didirikan mengantikan ruang tunggu yang seharusnya berada di dalam. Tenda tersebut dilengkapi dengan sejumlah fan sehingga calon penumpang tidak kepanasan sebelum naik ke kapal," ujarnya.

Selanjutnya, minimnya informasi terkait standar pelayanan dan pengaduan juga turut menjadi catatan Ombudsman kepada pelabuhan tersebut.

"Ada jalur khusus untuk difabel dan golongan rentan, namun tidak ada informasinya. Selain itu informasi saluran pengaduan juga tidak ditemukan," ungkapnya.

Kemudian Ombudsman juga mendapati Posko Kesehatan yang tidak ditunggu oleh Petugas Kesehatan. "Posko Kesehatan tersedia namun petugas hanya on call," katanya lagi.

Ia berharap agar petugas kesehatan dapat berjaga di posko apalagi dalam masa mudik, dimana jumlah penumpang lebih banyak.

Selain itu, terdapat juga persoalan porter yang berusaha menghampiri pengendara mobil yang akan masuk ke pelabuhan sehingga menghambat jalan keluar masuk kendaraan.

"Kami tidak melarang adanya porter, itu hak masyarakat mau menggunakan atau tidak. Namun saran kami agar disediakan lokasi khusus dan sertakan petugas yang berjaga," pungkasnya. (K65)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper