Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Sumsel Babel Dongkrak Daya Saing UMKM Melalui Sertifikasi Halal Gratis

Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin mengatakan bahwa pihaknya berupaya untuk memfasilitasi para UMKM untuk memperoleh sertifikat halal.
Penyerahan sertifikat halal dari Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin (kiri) pada UMKM di wilayah Sumatra Selatan. Bisnis/Husnul Iga Puspita
Penyerahan sertifikat halal dari Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin (kiri) pada UMKM di wilayah Sumatra Selatan. Bisnis/Husnul Iga Puspita

Bisnis.com, PALEMBANG – Sertifikasi halal menjadi salah satu unsur penting bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk membuktikan kelayakan produk yang dihasilkan. 

Hal itu yang menjadi dasar utama Bank Sumsel Babel memberikan bantuan sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM di wilayah Sumatra Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel), agar produk yang dihasilkan mampu memiliki daya saing yang lebih baik. 

Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin mengatakan bahwa pihaknya berupaya untuk memfasilitasi para UMKM untuk memperoleh sertifikat halal melalui Bank Sumsel Babel Syariah. 

“Ya memang Bank Sumsel Babel Syariah ini tadi memfasilitasi 10 penilai terkait dengan sertifikat halal. Nah sekarang tinggal kita mencoba memperbanyak yang mendapat sertifikasi halalnya,” ujar Syamsudin. 

Syamsudin mengatakan, untuk saat ini, total UMKM yang telah memperoleh bantuan sertifikat halal sendiri berjumlah lima, sementara 12 lainnya masih dalam proses.

Menurutnya, untuk menekan biaya sertifikasi halal yang terbilang mahal, pihaknya akan memberikan fasilitas sertifikasi halal yang dimulai dari hulu. 

“Jadi kita bikin dihulunya misal di tempat pemotongan hewannya kita sertifikasi, dari situ tentu ke bawahnya sudah asesmen saja tidak perlu lagi di proses lagi,” terangnya. 

Bantuan itu, kata Syamsudin, juga akan semakin digencarkan bertepatan dengan momen Ramadan kali ini. 

Selanjutnya, kata dia, BSB juga memfasilitasi marbot masjid, melalui bantuan pembukaan warung di lingkungan masjid, sehingga mendorong mereka (marbot) untuk memiliki perekonomian yang lebih baik. 

“Marbot itu tidak menggunakan dana UMKM, melainkan binaan kita. Jadi lebih kepada bagaimana kita membantu lah para pengurus masjid yang terkadang tidak punya penghasilan,” sambung Syamsudin.

Dia menegaskan bahwa marbot ini tidak menggunakan dana UMKM melainkan dana kebajikan yang disalurkan kurang lebih 10 juta per unit. 

“Ada 100 unit marbot, untuk anggaran sekitar Rp1 miliar atau Rp10 juta per unit. (K64)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper