Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mesin Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Perlu Dijaga Hadapi Resesi

Pertumbuhan ekonomi di Sumsel sama halnya dengan nasional ditopang oleh tiga sektor, yakni industri pengolahan, pertambangan dan perdagangan.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 23 November 2022  |  16:45 WIB
Mesin Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Perlu Dijaga Hadapi Resesi
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatra Selatan Erwin Soeriadimadja. - Bisnis/Dinda Wulandari
Bagikan

Bisnis.com, PALEMBANG -- Bank Indonesia Perwakilan Sumatra Selatan atau BI Sumsel mengimbau pemerintah daerah setempat untuk menjaga mesin pertumbuhan ekonomi di tengah ancaman perlambatan ekonomi tahun 2023.

Kepala Perwakilan BI Sumsel Erwin Soeriadimadja mengatakan pertumbuhan ekonomi di Sumsel sama halnya dengan nasional ditopang oleh tiga sektor, yakni industri pengolahan, pertambangan dan perdagangan.

“Tiga sektor ini menjadi mesin utama ekonomi Sumsel, harus terus dijaga jika ingin ekonominya terjaga,” katanya, Rabu (23/11/2022).

Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi Sumsel pada triwulan III tahun 2022 masih terjaga setelah membukukan 5,34 persen (year on year).

Selain itu, ujar dia, kemampuan daerah ini menjaga pertumbuhan ekonominya di atas 5,0 persen ini patut diapresiasi karena sebelumnya sempat terkontraksi akibat pandemi Covid-19.

Jika dibandingkan daerah-daerah lain di Sumatera, menurut Erwin, Sumsel juga masuk daerah dengan pertumbuhan ekonomi terbaik. Tak dipungkiri ini terjadi karena memiliki tiga sektor unggulan yakni industri pengolahan, pertambangan dan perdagangan.

Bank sentral mencatat aktivitas ekonomi di Sumsel terus menguat pada triwulan III/2022 yang diperkirakan tren tersebut berlanjut hingga akhir tahun.

Jika dibandingkan kuartal sebelumnya tahun ini, produksi TBS sawit mengalami peningkatan 36,84 persen, produksi minyak bumi naik 1,94 persen, produksi batu bara naik 22,82 persen, produksi CPO meningkat 0,29 persen, realisasi pengadaan semen meningkat 21,50 persen.

Sementara jika dibandingkan secara tahunan (year on year/yoy), produksi karet meningkat 0,44 persen, produksi Gabah Kering Giling (GKG) meningkat 6,88 persen, produksi batu bara meningkat 22,88 persen, produksi CPO meningkat 3,01 persen.

“Jika pertumbuhan ini dapat dijaga, maka pertumbuhan ekonomi Sumsel akan sesuai proyeksi,” kata dia.

Pada 2022, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sumsel berada di kisaran 3,56 persen hingga 5,16 persen (yoy), serta pertumbuhan tersebut diperkirakan masih akan bertumpu pada ekspor komoditas dan konsumsi rumah tangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia sumsel
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top