Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Petani Sumsel Masih Segelintir Genggam Kartu Tani

Namun demikian, alat penebusan pupuk bersubsidi itu belum sepenuhnya berada di tangan petani.
Petani beraktivitas di lahan persawahan di kawasan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (17/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Petani beraktivitas di lahan persawahan di kawasan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (17/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, PALEMBANG -- Mekanisme pembelian pupuk bersubsidi di Sumatra Selatan bakal menerapkan kartu petani secara menyeluruh pada tahun 2023. Namun demikian, alat penebusan pupuk bersubsidi itu belum sepenuhnya berada di tangan petani.

Berdasarkan data dalam rapat koordinasi yang digelar Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatra Selatan, baru-baru ini, jumlah kartu tani yang siap salur sebanyak 108.913 keping dari total 408.635 kartu tani yang terdata di Bank BRI selaku penerbit kartu tani.

Dari jumlah itu, kartu yang sudah diterima petani baru mencapai 4.348 kartu atau hanya 1,93 persen dari total kartu yang terdata tersebut. Adapun realisasi penyaluran itu berada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dan OKU Timur.

Manajer Ultramikro dan SIE BRI Kanwil Palembang, Joko Sriyatno, mengatakan BRI memastikan  penyaluran kartu tuntas pada tahun 2022, meski hanya tersisa waktu kurang dari tiga bulan.

"Penyaluran kartu tani tuntas tahun 2022, sekarang kan sudah dalam tahap persiapan, pencetakan tabungan juga [ada] sudah, kami maksimalkan," katanya.

Kartu Tani merupakan sarana akses layanan Perbankan yang berfungsi sebagai alat transaksi penebusan pupuk bersubsidi di pengecer resmi.

Menurut Joko, kendala dalam penyaluran kartu tani itu lantaran masih dalam tahap konsolidasi, di mana ada perubahan ketentuan alokasi dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 tahun 2022.

Diketahui, beleid terbaru itu juga mengatur pembatasan komoditas untuk pupuk subdidi yang ditujukan hanya untuk sembilan komoditas utama tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan.

"Ada realokasi dan penyesuaian data-data setelah muncul Permentan tersebut. Akan tetapi, kami tetap mengupayakan penyaluran kartu tani tuntas tahun ini," ujarnya.

Bank BRI juga memiliki pekerjaan rumah lainnya berupa ketersediaan mesin electronic data capture (EDC) untuk penggunaan kartu tani yang masih minim. Di mana saat ini baru 32 mesin yang diterima agen kios pupuk lengkap (KPL).

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten OKUS, Eka Julaika Agustin, mengatakan pihaknya meminta BRI segera menambah mesin EDC di agen.

"Untuk OKUS, kami catat hanya ada 10 unit, sementara kios pengecer pupuk ada 67 agen," katanya.

Pihaknya pun berkomitmen untuk mendorong percepatan distribusi kartu tani maupun mesin EDC.

Komitmen serupa muncul dari Dinas Pertanian Provinsi Sumsel yang siap mengerahkan tenaga penyuluh untuk mempercepat penyaluran kartu tani.

"Jika bank kekurangan SDM maka kami bisa kerahkan 1.400 penyuluh untuk terjun ke lapangan," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Sumsel Ilfantria.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Dinda Wulandari
Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper