Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DKP Sumbar Salurkan 23.000 Benih Ikan Kerapu di Pesisir Selatan

Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, menjadi daerah yang cukup besar budidaya ikan kerapu
Muhammad Noli Hendra
Muhammad Noli Hendra - Bisnis.com 04 Oktober 2022  |  21:33 WIB
DKP Sumbar Salurkan 23.000 Benih Ikan Kerapu di Pesisir Selatan
Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi (ketiga kanan) menyerahkan bantuan benih ikan kerapu kepada salah satu kelompok pembudidaya di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, Selasa (4/10/202) - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, PADANG - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatra Barat menyalurkan 23.000 benih ikan kerapu di Kabupaten Pesisir Selatan.

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan Kabupaten Pesisir Selatan menjadi daerah yang cukup besar budi daya ikan kerapu. Potensi ini dinilai bagus, karena saat ikan kerapu di Sumbar turut di ekspor ke Hong Kong.

"23.000 benih ikan kerapu yang kita serahkan ke pelaku usaha budidaya itu, ada beragam jenis ikan kerapu nya. Hal ini bentuk dukungan pemda terhadap usaha budidaya tersebut," katanya, Selasa (4/10/2022).

Adapun jumlah alokasi bantuan yang diserahkan gubernur untuk Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 12.000 ekor benih ikan kerapu bebek, dan 11.250 ekor benih kerapu hybrid.

"Kita juga memberikan 13.000 kilogram pakan, dan  375 bungkus vitamin. Jadi memang kita berharap usaha budidaya ikan kerap ini berjalan dengan baik dam memberikan ekonomi kepada masyarakat," harapnya.

Menurutnya potensi budi daya ikan kerapu di Pesisir Selatan dapat dikatakan masih membuka peluang yang besar bagi investor yang ingin memulai membangun Keramba Jaring Apung (KJA). Soal bagaimana persayaratannya, bisa dikoordinasikan ke Pemkab Pesisir Selatan.

"Diharapkan satu pelaku usaha kerapu di Sungai Bungin, Batang Kapas, Pesisir Selatan ini, punya 100 KJA. Perlu kita ajak para pengusaha yang di perantauan untuk membuat keramba disini, untuk urusan benih dan bibit biar Pemprov yang bertanggung jawab untuk memfasilitasinya," ungkap dia.

Mahyeldi menjelaskan budi daya ikan kerapu mampu mempercepat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Untuk itu Gubernur memerintahkan kepada Wali Nagari Sungai Bungin untuk mendata para perantau Sungai Bungin di berbagai daerah.
 
"Apalagi terdapat 50 Kepala Keluarga yang bergerak di sektor budi daya ikan kerapu ini. Jadi benar-benar akan sangat membantu perekonomian keluarga," sebutnya.

Untuk itu, Mahyeldi menyarankan satu kepala keluarga membuat 10 KJA sehingga terdapat 500 KJA  yang dapat diajukan proposal ke pengusaha yang di perantauan untuk bekerja sama.

"Coba bayangkan satu keramba saja bisa menghasilkan 50 kilogram ikan, dengan potensi laut Pesisir Selatan yang luas dan airnya tenang ini untuk memperbanyak hasil panen sangat potensial sekali," kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Mawardi Roska menambahkan ada enam kelompok usaha ikan kerapu di Sungai Bungin yang menerima bantuan tersebut. Sehingga dengan adanya bantuan tersebut dapat membantu dan memotivasi pembudidaya ikan kerapu di Sungai Bungin.

"Di Pesisir Selatan mayoritas masyarakat tinggal di pesisir pantai, mereka juga yang mendominasi usaha perikanan dan pertanian. Dengan kehadiran Balai Benih Nipah ini besar manfaatnya bagi masyarakat Pesisir Selatan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan bibit ikan. Karena di Pesisir Selatan sendiri banyak terdapat kelompok tani atau pembudidaya udang vaname," ujarnya.

Adapun ke enam Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) antara lain Pokdakan Batu Hitam, Pokdakan Ujung Katuko, Pokdakan Batu Tindiak, Pokdakan Batu Paku, Pokdakan Mande Rubiah, dan Pokdakan Sumur Gadang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar keramba jaring apung
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top