Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pj Bupati Muba Temui Pangdam, Minta Bantuan Tertibkan Pengeboran Ilegal

Di Muba sudah ada 7.000 sumur bor (illegal driling) dan perhari bisa hasilkan 5.000 barel tetapi hanya sekitar 600 barel yang bisa diangkut oleh Perumda.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 10 September 2022  |  13:32 WIB
Pj Bupati Muba Temui Pangdam, Minta Bantuan Tertibkan Pengeboran Ilegal
Jajaran Pemda Musi Banyuasin bertemu dengan jajaran Kodam II/Sriwijaya, Jumat (9/9/2022). - Ist
Bagikan

Bisnis.com, PALEMBANG - Pj Bupati Musi Banyuasin (Muba) Apriyadi menemui Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Hilman Hadi di Markas Kodam II/Sriwijaya, Jumat (9/9/2022), guna meminta dukungan untuk memerangi illegal drilling atau sumur minyak ilegal di wilayah setempat.

"Pemkab Muba ingin bersama-sama TNI dan Polri untuk penertiban bahkan penindakan hukumnya agar ilegal drilling ini tidak terus bertambah di Muba," ujar Apriyadi dalam rilis.

Apriyadi memaparkan, saat ini di Muba sudah ada 7.000 sumur bor (illegal driling) dan perhari bisa hasilkan 5.000 barel tetapi hanya sekitar 600 barel yang bisa diangkut oleh Perumda PT Petro Muba.

"Sesuai arahan Presiden kepada kami kepala daerah agar disusun aturan yang tetap melibatkan masyarakat dalam mengelolanya, namun minyak mentah tetap dikembalikan kepada pemerintah melalui SKK Migas kemudian lanjut ke Pertamina, namun kewenangan tersebut belum ada," paparnya.

"Kalau misalkan perlu penindakan hukum kita bisa saja bersama TNI dan Polri untuk melakukan itu, namun regulasinya ini belum ada, kita ingin ada Permen ESDM yang bisa menguatkan untuk penegakan hukum," urainya.

Selain itu, Apriyadi juga menuturkan bahwasannya di Muba khususnya di wilayah perbatasan Provinsi tepatnya di Muara Medak sering terjadi kebakaran hutan dan lahan. "Pemkab Muba ingin masyarakat diberdayakan untuk kelola lahan gambut, tanam jagung diselanya ditanam ecalyptus," urainya.

Kemudian, Pemkab Muba di tahun 2023 mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 Miliar untuk program TMMD yang akan membuka daerah di Muba yang terisolir.

"Program TMMD di Muba selalu berjalan maksimal, semoga di tahun 2023 nanti dapat kembali berjalan baik demi masyarakat pinggiran atau termasuk kategori terisolir, dan tentu ini bentuk sinergi TNI dan Pemkab Muba untuk masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Hilman Hadi mengatakan untuk mengatasi illegal drilling langkah pendeknya perlu ada diskresi dan penegakan hukum secara bersama.

"Tentu ini harus diatasi, dan TNI sangat siap bersama-sama Pemerintah Kabupaten Muba untuk melakukan tindakan," tegasnya.

Kemudian, terkait TMMD di tahun 2023 di Kabupaten Muba mendatang diharapkan tidak hanya fokus untuk infrastruktur tetapi juga difokuskan untuk penanganan stunting dan penyediaan sarana air bersih warga pelosok.

"Semoga TMMD tahun 2023 nanti di Muba sinergi TNI bersama Pemkab Muba dapat berkontribusi dan memberikan manfaat baik untuk masyarakat Muba," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Pj Bupati Apriyadi turut didampingi Dandim 0401 Muba Letkol ARM Dede Sudrajat, Kasat Pol PP Erdian Syahri, Kabid Komunikasi Publik Kominfo Muba Yettria, dan Plt Kabag Protokol Rangga Perdana Putera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

musi banyuasin tni ad sumsel illegal
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top