Potensi Energi Baru Terbarukan di Sumbar Belum Digarap Maksimal

Pengembangan potensi tersebut patut menjadi salah satu poin penting yang perlu diperhatikan guna menjaga ketahanan energi Sumbar, maupun nasional ke depan.
Pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH)./Dok. Kementerian ESDM
Pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH)./Dok. Kementerian ESDM

Bisnis.com, PADANG - Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) RI menggelar pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dalam kunjungan ke wilayah setempat dan membahas potensi sumber daya energi baru terbarukan (EBT) yang sampai saat ini belum tergarap secara maksimal.

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy mengatakan potensi EBT di Sumbar terbilang cukup besar, namun sejauh ini potensi tersebut masih belum tergarap secara maksimal. Hanya di Kabupaten Solok Selatan yakni PT Supreme Energy Muaro Labuh yang telah menggarap potensi EBT.

"Jadi pertemuan kami dari Pemprov Sumbar dengan Wantannas di Istana Gubernuran kemarin itu, memaparkan potensi EBT. Harapan saya, setelah pertemuan itu, pemerintah pusat turut mendukung agar EBT di Sumbar bisa tergarap dengan baik," kata Audy, Rabu (7/9/2022).

Dia menyebutkan pengembangan potensi tersebut patut menjadi salah satu poin penting yang perlu diperhatikan guna menjaga ketahanan energi Sumbar, maupun nasional ke depan.

Audy melihat ketahanan energi memerlukan adanya pengembangan energi yang dapat diperbarui, mengingat sumber daya energi yang digunakan saat ini akan habis dalam beberapa puluh tahun.

"Sementara di Sumbar potensi itu ada. Jadi kita perlu untuk bergandengan bersama, agar potensi EBT tersebut bisa dimanfaatkan," ujarnya.

Menurutnya berbicara soal potensi EBT di Sumbar, tak sedikit juga dari akademisi berpendapat bahwa pengembangan energi panas bumi merupakan salah satu solusi penanggulangan ketersediaan energi, sekaligus menjaga kelestarian alam.

Dalam kondisi ini Sumbar diuntungkan, karena sudah lebih dulu mengembangkan sumber daya energi baru terbarukan ini.

"Sekarang di Solok Selatan itu, dengan EBT bahkan kita mengalami surplus listrik sebesar 20 persen, sekitar 220 megawatt. Ini menjadi peluang sangat luas untuk industri, rumah, hotel ataupun pabrik. Sangat mumpuni," jelasnya.

Tidak hanya panas bumi, Sumbar juga memiliki PLTA dan mini hydro sebagai salah satu sumber daya energi dalam pengembangan revitalisasi energi.

"Capaian tingkat EBT panas bumi di Sumbar menyentuh angka sebesar 28,19 persen, lebih tinggi dari capaian nasional tahun 2021 sebesar 11,5 persen," sebut Audy.

Wagub menyatakan hal itu pula yang menjadikan Sumbar bertepatan di Solok Selatan dipilih sebagai prototipe Wantannas merumuskan kebijakan pengembangan EBT kedepan.

Pemprov Sumbar optimis kajian revitalisasi dan pengembangan energi panas bumi yang dilakukan Wantannas, juga dapat mendorong Indonesia sebagai salah satu penyuplai energi dunia. Tak hanya panas bumi, tapi juga air, dan energi surya.

“Kita bahkan bisa menjadi salah satu penyuplai energi dunia dari berbagai sisi baik dari air, panas bumi, minyak maupun tenaga surya. Ini bisa menjadi suatu strategi dalam RPJM Energi Indonesia," sebut Audy.

Sementara itu, Deputi Sistem Nasional Wantannas RI, Mayjen TNI Syachrial E. Siregar, mengatakan terkait EBT yang telah dimanfaatkan di Solok Selatan memang merupakan salah satu yang berhasil dalam mengembangkan EBT Thermal.

Pengembangan potensi yang baik ini menurutnya harus dijadikan model agar langkah strategis pengembangan energi semakin efektif.

"Di Solok Selatan agar menjadi gambaran prototipe di lapangan dalam pengembangan EBT Thermal sebagai sumber energi. Kita pelajari kelebihan dan kekurangannya untuk merumuskan kebijakan perencanaan dan langkah strategis,” tegasnya.

Dia menyebutkan mengingat fuel fossil yang akan habis pada waktunya, EBT panas bumi merupakan salah satu sumber daya energi alternatif pengganti yang bisa dikembangkan untuk jangka panjang.

Di samping itu revitalisasi EBT Panas bumi yang membutuhkan hutan dan air sebagai modal pengelolaan, dipandang juga dapat sekaligus menjaga kelestarian alam. Bahkan juga bisa dimanfaatkan menjadi jenis energi alternatif selain sebagai sumber ketersediaan energi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper