Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semester I/2022 Pekanbaru Terima Investasi Rp2,4 Triliun dan Serap 1.531 Naker

DPMPTSP Kota Pekanbaru mencatat total investasi yang masuk ke Kota Bertuah pada periode Januari-Juni 2022 atau sepanjang semester I mencapai Rp2,4 triliun.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 03 Agustus 2022  |  19:15 WIB
Semester I/2022 Pekanbaru Terima Investasi Rp2,4 Triliun dan Serap 1.531 Naker
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, PEKANBARU -- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru mencatat, total investasi yang masuk ke Kota Bertuah pada periode Januari hingga Juni 2022 atau sepanjang semester I sudah mencapai Rp2,4 triliun.

Sekretaris DPMPTSP Pekanbaru F. Rudi Misdian menjelaskan investasi senilai Rp2,4 triliun itu bersumber dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

"Untuk PMDN, nilai investasinya sebesar Rp2,27 triliun dan PMA Rp126,25 miliar," ujarnya, Rabu (3/8/2022).

Dia mengatakan dari investasi Rp2,4 triliun tersebut terdiri dari 708 proyek, dengan tenaga kerja yang terserap berjumlah 1.531 orang yang mana keseluruhannya merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Kemudian rinciannya untuk PMDN berjumlah 655 proyek dengan penyerapan tenaga kerja 1.427 orang. Sementara PMA terdapat sebanyak 53 proyek dengan penyerapan tenaga kerja yang terserap 104 orang.

Secara periodik, investasi tertinggi di semester I tahun 2022 tercatat pada periode Januari-Maret atau triwulan (TW) I 2022 senilai Rp2,21 triliun. Untuk investasi terbesar di TW I 2022 ini bersumber dari PMDN senilai Rp2,096 triliun dan PMA Rp1,20 miliar.

Sementara periode April-Juni atau TW II 2022, investasi yang masuk ke Pekanbaru hanya Rp183 miliar lebih, dengan rincian PMDN Rp178,14 miliar dan PMA senilai Rp5,74 miliar.

Dia mengakui ada beberapa kendala penyebab turunnya nilai investasi di TW II 2022, salah satunya terkait dengan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

"Dulu kan LKPM ini dilaporkan di SPIPISE. Kalau sekarang kan sudah di OSS atau Online Single Submission. Makanya ini perlu kami sosialisasikan ke investor."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

DPMPTSP investasi
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top