Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kerawanan Pangan: Industri Pupuk Diminta Amankan Pasokan

Industri pupuk dalam negeri diminta untuk mengamankan ketersediaan pupuk sebagai upaya mitigasi potensi kerawanan pangan di Tanah Air.
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Andi Widjajanto (kanan) memberikan pemaparan dalam workshop Wawasan Kebangsaan yang digelar PT Pusri Palembang. /Bisnis-Dinda Wulandari
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Andi Widjajanto (kanan) memberikan pemaparan dalam workshop Wawasan Kebangsaan yang digelar PT Pusri Palembang. /Bisnis-Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Industri pupuk dalam negeri diminta untuk mengamankan ketersediaan pupuk sebagai upaya mitigasi potensi kerawanan pangan di Tanah Air.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Andi Widjajanto, dalam workshop Wawasan Kebangsaan di PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, Senin (1/8/2022).

Andi menerangkan bahwa industri pupuk merupakan berada di proses awal produksi pertanian.

“Tugas industri pupuk, termasuk Pusri, memastikan awal siklus pertanian [aman]. Pupuk baik subsidi maupun nonsubsidi tersedia di wilayah pertanian,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini pabrik pupuk turut menghadapi tantangan, yakni distribusi dan  rantai pasok, terutama menyangkut bahan baku yang harus impor.

“Masalah distribusi dan impor ini juga harus berjalan dengan baik. Karena, kerawanan muncul karena masalah distribusi dan lonjakan harga,” katanya.

Oleh karena itu, dia melanjutkan, beberapa negara sudah mengalami krisis pangan.

Namun demikian, Andi melanjutkan, Kementerian Pertanian memastikan pasokan untuk 12 komoditas pangan aman hingga Desember 2022.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pusri Palembang, Tri Wahyudi Saleh, mengatakan industri pupuk merupakan objek vital nasional yang bersentuhan langsung dengan produktivitas pertanian.

“Oleh karena itu, kami memastikan pabrik tetap andal dan industri ini berkelanjutan sehingga kami tetap bisa memproduksi 2,6 juta ton urea dan 300.000 ton NPK untuk petani,” katanya.

Tri menambahkan pihaknya juga akan membuat mitigasi risiko untuk semua aspek, terutama berkenaan dengan pembangunan pabrik baru.

“Kami mempertimbangkan adanya disrupsi rantai pasok dan kondisi eksternal. Industri pupuk harus siap dengan kondisi yang tidak pasti,” ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dinda Wulandari
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper