Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wilmar Membidik Kemitraan 1.000 Ha Lahan Padi di Sumatra

Program itu terbilang sukses karena petani antusias bermitra dengan perusahaan.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 31 Juli 2022  |  16:07 WIB
Wilmar Membidik Kemitraan 1.000 Ha Lahan Padi di Sumatra
Petani memikul benih padi. - Antara

Bisnis.com, PEKANBARU –  PT Wilmar Padi Indonesia menargetkan tahun depan akan memulai kemitraan dengan petani padi di Medan, Kuala Tanjung Provinsi Sumatera Utara, dan Palembang Provinsi Sumatra Selatan dengan total luas 1.000 hektare (ha).

Rice Business Head PT Wilmar Padi Indonesia Saronto menjelaskan melalui program kemitraan tersebut, pihaknya akan memberi pendampingan dalam teknik penanaman yang tepat, pengaplikasian sarana produksi pertanian, dan teknik pemanenan yang baik. 

“Kami ingin menunjukkan ke petani dengan pengelolaan lahan yang baik, mereka akan memperoleh hasil yang lebih tinggi,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu (31/7/2022).

Menurutnya program kemitraan tersebut merupakan salah satu upaya mendukung program pemerintah swasembada pangan (beras). Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Jokowi bahwa pengembangan benih padi sangat penting dalam rangka meningkatkan produksi padi nasional, sehingga Indonesia sebagai negera besar mampu menguatkan sektor pangan agar terhindar dari kemungkinan adanya krisis pangan global.

Untuk memudahkan koordinasi, program kerja sama tersebut dilakukan melalui gabungan kelompok tani (gapoktan) dan bertujuan agar ada tanggung jawab yang jelas. Perusahaan akan mensurvei calon mitra untuk memastikan kondisi lahan, seperti bebas banjir dan hama maupun penyakit. “Ini penting karena akan mempengaruhi hasil panen,” tutur Saronto.

PT Wilmar Padi Indonesia saat ini telah menjalin kemitraan dengan kelompok tani di Ngawi dengan lahan garapan seluas 1.000 ha dan di Mojokerto 500 ha.

Program itu terbilang sukses karena petani antusias bermitra dengan perusahaan mengingat mereka memperoleh manfaat dari peningkatan produksi dan harga jual yang lebih tinggi.

Dengan teknik budidaya sesuai pendampingan, petani memperoleh peningkatan rata-rata sebesar 15 persen. Sedangkan harga beli perusahaan saat ini mencapai Rp 5.000-5.200 per kilogram (kg).

Sebagai perusahaan yang bergerak di agribisnis, pihaknya memiliki visi berperan aktif ikut membangun dan memajukan pertanian di Indonesia, dengan fokus pada sinergi dan integrasi dalam memberdayakan petani secara berkelanjutan.

Hal itu dilakukan melalui peningkatkan produktivitas hasil panen padi dengan pendekatan teknologi pemupukan yang berimbang, dan menyerap hasil panen petani secara langsung dengan harga yang bersaing.

Adapun panen raya yang dilaksanakan di areal kemitraan PT Wilmar Nabati Indonesia 26 Juli 2022 lalu itu dihadiri Bupati, Kapolres, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan jajaranan kepala dinas, serta anggota kelompok Tani Kabupaten Ngawi. Acara berjalan lancar dan diiringi tarian serta gamelan kelompok seni Ngawi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

padi sumut swasembada pangan ngawi
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top