Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Unjuk Gigi UMKM Sumsel di Ajang Sriwijaya Expo 2022

Pameran Sriwijaya Expo 2022 yang berbarengan dengan Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) VI di Jakabaring Sport City, Palembang, menjadi ajang UMKM berbagai daerah di Provinsi Sumatra Selatan unjuk gigi.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 05 Juli 2022  |  19:37 WIB
Unjuk Gigi UMKM Sumsel di Ajang Sriwijaya Expo 2022
Pengunjung Festival Sriwijaya Exfo 2022 sedang mendatangi stand Kabupaten Muara Enim yang bertemakan Muara Belida On the water. - Bisnis/Aisya Fadilla Triana

Bisnis.com, PALEMBANG – Pameran Sriwijaya Expo 2022 yang berbarengan dengan Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) VI di Jakabaring Sport City, Palembang, menjadi ajang UMKM berbagai daerah di Provinsi Sumatra Selatan unjuk gigi.

Salah satunya, UMKM Kabupaten Muara Enim yang digandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kabupaten itu.

Melalui kegiatan yang berlangsung hingga 6 Juli 2022, Dekranasda Muara Enim menggandeng 146 usaha binaan yang produknya dipamerkan secara bergantian selama festival.

Di festival tahunan kali ini, Dekranasda Muara Enim semangat untuk tampil dengan tema berbeda, setelah tahun lalu sukses memboyong gelar stand terbaik kategori Kabupaten/Kota dengan tema daerah perkopian.

Anggota Dekranasda Kabupaten Muara Enim, Anggraini Wulan, mengatakan pihaknya mengusung tema daerah perairan, Muara Belida.

“Muara Belida ini adalah wilayah perairan tawar di mana masyarakatnya masih bermukim di atas air dan punya kultur menggunakan perahu sebagai moda transportasi,” katanya kepada Bisnis.

Diangkatnya daerah Muara Belida yang berlokasi di timur Muara Enim sendiri bukanlah tanpa alasan. Selain masyhur sebagai tempat budidaya ikan belida, kabupaten ini memiliki pengrajin yang sering dijadikan pemasok kain songket di Palembang.

Kami memamerkan songket khas Muara Enim, yaitu motif makraje yang diambil dari relief rumah adat Semende Darat Laut,” katanya.

Wulan menambahkan, Muara Enim juga turut menggeliatkan wasra kerajinan batik untuk dijadikan media ornamen khas kabupaten tersebut.

Kami jadikan batik yang di bawah sebagai media untuk Muara Enim mengaplikasikan motif khas, sehingga motif lokal ini bisa kita lestarikan melalui secarik kain batik, contohnya motif gandaria dari Kecamatan Rambang Niru,” paparnya.

Menurutnya, berbagai macam produk yang dipamerkan mulai dari olahan pangan, kriya dan fesyen.

Harganya pun beragam, di mana untuk olahan pangan dipatok berkisar Rp5.000 – Rp30.000. Sementara produk kriya berkisar Rp30.000 – Rp70.000.  

“Untuk kerajinan lain ada senilai Rp250.000 sampai Rp500.000. Terakhir untuk tenun batik handmade, kami banderol Rp1,8 juta hingga Rp5 juta,” katanya.

Dia mengklaim bahwa hingga hari ketiga pembukaan stand, Kabupaten Muara Enim sudah berhasil menarik perhatian 2.000 pengunjung.

“Kami bagi gratis minuman kopi semendo dan akhirnya mereka balik lagi ke sini untuk membeli produk. Jadi kita memang harus dipancing dulu, supaya mereka yakin bahwa produk ini kualitasnya bagus,” jelasnya.

Kini, target yang mereka kejar di Festival Sriwijaya Expo 2022 adalah keberhasilan untuk mempromosikan produk unggulan dari pelaku usaha lokal di Muara Enim, sehingga mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat khususnya pelaku UMKM dan IKM. (M06)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm sumsel
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top