Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kronologi Pembobolan Uang 83 Nasabah Bank Sumut Rp2,7 Miliar oleh Pelaku Skimming

Setidaknya 83 orang nasabah Bank Sumut menjadi korban skimming. Total uang raib mencapai Rp2,7 miliar dan kini seluruhnya telah diganti oleh bank.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 05 Juli 2022  |  19:20 WIB
Kronologi Pembobolan Uang 83 Nasabah Bank Sumut Rp2,7 Miliar oleh Pelaku Skimming
Kantor Bank Sumut - Istimewa

Bisnis.com, MEDAN - Setidaknya 83 orang nasabah Bank Sumut menjadi korban skimming. Total uang raib mencapai Rp2,7 miliar dan kini seluruhnya telah diganti oleh bank.

Peristiwa ini terjadi beberapa hari lalu. Awalnya, sejumlah nasabah memeroleh pesan pemberitahuan telah menarik uang tunai. Padahal, mereka sama sekali tidak melakukan transaksi.

Setelah sadar uang dalam rekening berkurang, sejumlah nasabah kemudian mengadu ke Bank Sumut.

"Mereka dapat notifikasi, waktunya bersamaan. Setelah itu kami langsung memblokir rekening mereka agar uang tidak terus disedot pelaku," ujar Direktur Utama Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan di kantornya, Kota Medan, Selasa (5/7/2022).

Setelah mendeteksi adanya upaya skimming, Bank Sumut langsung melakukan langkah mitigasi untuk menangani kasus ini. Termasuk melakukan investigasi awal sembari melapor ke Polda Sumatra Utara.

Dari hasil pengusutan sementara, diketahui bahwa nasabah yang menjadi korban skimming umumnya pernah melakukan transaksi di mesin ATM suatu swalayan yang berada di Kecamatan Johor, Kota Medan, Sumatra Utara. Rahmat menduga alat skimming terpasang di mesin ATM tersebut.

Rahmat juga menduga nasabah mereka yang menjadi korban tidak melakukan transaksi di mesin-mesin ATM milik Bank Sumut. Sebab, bank tersebut kini telah menerapkan sistem ATM berbasis chip.

Sedangkan teknik perekaman atau skimming menggunakan alat tertentu biasa dilakukan para pelaku kejahatan siber terhadap ATM berbasis magnetic stripe.

Begitu pun dalam melakukan penarikan, menurut Rahmat, para pelaku tidak melakukannya melalui ATM Bank Sumut. Sebab berdasar hasil penelusuran sementara, para pelaku kejahatan ini diduga melakukan penarikan uang hasil pembobolan dari dua tempat berbeda. Yakni di daerah Bali dan Jawa Barat.

"Kami sudah melihat dari CCTV. Untuk kasus ini biar aparat penegak hukum yang menanganinya," kata Rahmat.

Rahmat menjelaskan, pelaku awalnya berupaya membobol uang sejumlah nasabah senilai total Rp4,5 miliar. Namun berkat langkah cepat, hanya Rp2,7 miliar uang yang dibobol pelaku.

Kini, seluruh uang tersebut telah dikembalikan kepada sekitar 83 orang nasabah yang terbukti menjadi korban. Menurut Rahmat, total kerugian yang dialami nasabah bervariasi. Mulai dari Rp600.000 hingga Rp60.000.000.

Lebih lanjut, Rahmat memastikan seluruh uang nasabah Bank Sumut dalam kondisi aman. Pihaknya sudah melakukan upaya mitigasi untuk menangani kasus ini.

Dia juga mengingatkan agar seluruh nasabah mengganti kartu ATM yang masih berbasis magnetic stripe ke kartu ATM berbasis chip. Selain itu, nasabah juga diimbau agar rutin mengganti nomor Personal Identification Number (PIN) ATM secara berkala.

"Kami imbau nasabah agar tidak panik. Semua uang aman. Jika ada yang menjadi korban, kami akan menggantinya," kata Rahmat.

Sebelumnya, Kepala OJK Regional 5 Sumatra Bagian Utara Yusuf Ansori mengatakan, seluruh uang nasabah di Bank Sumut akan tetap aman. Sebab apabila terjadi fraud seperti skimming, bank akan bertanggung jawab mengganti uang yang hilang.

"Kami sudah minta manajemen mengambil langkah memitigasi risiko," kata Yusuf kepada Bisnis.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sumatra Utara Kombes Hadi Wahyudi belum dapat dimintai keterangannya mengenai kasus skimming ini.

Sekadar informasi, skimming adalah tindak kejahatan berupa pencurian data rekening nasabah suatu bank dengan cara merekam menggunakan alat tertentu. Alat ini disebut skimmer, umumnya dipasang para pelaku di mesin-mesin ATM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skimming
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top