Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meski Kasus Bertambah, 193 Ekor Sapi di Riau Sudah Sembuh dari PMK

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau menyatakan hingga kini perkembangan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di daerah itu terus dikawal dan ditangani secara komprehensif.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 04 Juli 2022  |  18:42 WIB
Meski Kasus Bertambah, 193 Ekor Sapi di Riau Sudah Sembuh dari PMK
Petugas Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang memeriksa kesehatan sapi di salah satu lokasi peternakan di Periuk, Kota Tangerang, Banten, Selasa (14/6/2022). ANTARA FOTO - Fauzan

Bisnis.com, PEKANBARU -- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau menyatakan hingga kini perkembangan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di daerah itu terus dikawal dan ditangani secara komprehensif. Dari upaya, sebanyak 193 ekor sapi yang sempat tertular PMK, kini telah dinyatakan sembuh.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas PKH Riau Faralinda Sari mengatakan secara jumlah kasus, sapi yang tertular PMK di wilayah itu memang bertambah.

"Total kasus PMK di Riau kini sebanyak 714 kasus, kemudian 193 ekor diantaranya telah sembuh dan sisanya masih ada 518 ekor sapi lainnya yang masih terpapar," ujarnya Senin (4/7/2022).

Dia menguraikan dari total kasus PMK di Riau, terdapat 2 ekor sapi yang mati akibat PMK, sedangkan 1 ekor lainnya telah dipotong bersyarat. Dengan perkembangan itu kini Riau menempati posisi 16 dari perkembangan kasus PMK di Tanah Air, dimana wilayah tertinggi masih ditempati Jawa Timur dengan total sebanyak 125.633 kasus PMK.

Menurut Faralinda saat ini sejumlah daerah yang memiliki kasus positif PMK di Riau, telah mulai berangsung berkurang dan sapi yang terpapar penyakit itu mulai pulih serta hasil uji sampelnya telah negatif.

Kemudian untuk gejala sapi yang terpapar PMK di Riau, dari pemeriksaan langsung oleh tenaga kesehatan hewan di lapangan, pihaknya belum menemukan adanya sapi yang sakit dengan gejala berat.

"Untuk di Riau yang kami jumpai sapi dengan PMK itu gejalanya ringan dan sedang. Tidak sampai pada gejala berat seperti kuku terkelupas," ujarnya.

Sementara itu Asisten II Setdaprov Riau M Job Kurniawan mengatakan organisasi perangkat daerah yang terkait perlu meningkatkan koordinasi lintas sektoral, seperti memberikan informasi atau penyuluhan kepada masyarakat tentang PMK dan vaksin terhadap hewan ternak.

“Kita perlu tingkatkan koordinasi lintas sektoral karena ini berguna sebagai pemberi informasi kepada masyarakat, dan semoga saja bisa menjadi salah satu cara untuk melakukan penanganan PMK,” ujarnya.

Menurutnya, jika masyarakat bisa memahami terkait penanganan wabah PMK khusus bagi yang memiliki usaha ternak, juga akan berguna untuk menaikkan penghasilan para pelaku usaha hewan ternak menjelang Hari Raya Iduladha 1443 hijriyah atau tahun ini.

Diakuinya jika pemahaman informasi tersebut sampai ke masyarakat secara langsung, para peternak bisa mengantisipasi hewannya yang untuk dijual dengan cara divaksin, dan masyarakat pun tidak perlu takut membeli sapi atau kambing kurban.

Kemudian bagi pengurus masjid atau musala serta pihak pelaksana ibadah kurban tahun ini, juga diharapkan pihaknya untuk memeriksa kesehatan sapi yang akan dibeli sebagai hewan kurban.

"Dengan berbagai upaya seperti pemberian vaksin kepada sapi, serta melokalisir sapi yang terdampak PMK, harapan kami bisa mendukung kelancaran masyarakat dalam melaksanakan ibadah kurban pada momen Hari Raya Iduladha."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top