Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penerapan MyPertamina di Sumbar Berada di Daerah Perlintasan Kawasan Wisata

Ada empat daerah di Sumbar yang ditunjuk PT Pertamina Patra Niaga untuk menerapkan MyPertamina bagi pengendara roda empat untuk membeli BBM jenis pertalite dan bio solar.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 01 Juli 2022  |  18:36 WIB
Penerapan MyPertamina di Sumbar Berada di Daerah Perlintasan Kawasan Wisata
Pegawai SPBU tengah melayani pengendara untuk pendaftaran MyPertamina di area SPBU Ngalau, Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, Jumat (1/7/2022). - Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG PANJANG - Pendaftaran MyPertamina di Sumatra Barat telah dimulai hari ini, Jumat (1/7/2022). Ada empat daerah di Sumbar yang ditunjuk PT Pertamina Patra Niaga untuk menerapkan MyPertamina bagi pengendara roda empat untuk membeli BBM jenis pertalite dan bio solar.

Section Head Communication & Relations Pertamina Sumbagut Agustiawan mengatakan empat daerah yang dimaksud adalah Kota Bukittinggi, Padang Panjang, Tanah Datar, Agam. Alasan memilih empat daerah itu, karena menjadi daerah perlintasan kawasan wisata.

"Seperti Bukittinggi adalah daerah tujuan wisata. Kenapa untuk daerah wisata, supaya sosialisasi lebih cepat sampai ke masyarakat," katanya, saat meninjau SPBU Ngalau, Kota Padang Panjang, Jumat (1/7/2022).

Agus menyebutkan pada hari pertama ini, pihaknya ingin melihat sejauh mana proses pendaftaran MyPertamina untuk pembelian pertalite dan solar di Sumbar.

"Hari ini mendaftar saja dulu. QR Code nya baru keluar 7 hari lagi. Jadi masih seperti biasa pembelian BBM di SPBU sebenarnya. Tidak ada yang berubah," ujarnya.

Begitupun peninjauan yang dilakukan pada hari pertama pendaftaran MyPertamina, Agus menyampaikan ingin melihat sejauh mana respons masyarakat. Maka dari itu, Pertamina mencoba ambil daerah yang tingkat responsnya tinggi. Seperti daerah perlintasan wisata.

Diakuinya bahwa respons penerapan MyPertamina masih menjadi tantangan pihaknya karena masyarakat belum mendapatkan informasi secara utuh.

"Ada informasi yang beredar di masyarakat mulai ada pembatasan dan pembelian BBM. Ini tidak benar, kita belum melakukan pembatasan namun pendataan serta sosialisasi pengunaan MyPertamina," tegasnya.

Dikatakannya dengan telah dimulainya mensosialisasikan dan pendataan pada hari ini, maka akan dievaluasi terus.

"Nanti selama proses berlangsung akan tetap melayani pembelian seperti biasa pada umum. Sekaligus mengajak masyarakat untuk menggunakan MyPertamina," ungkapnya.

Kepada pengendara roda empat yang menggunakan MyPertamina dapat mengakses website subsiditepat.mypertamina.id dengan dokumen yang dibutuhkan antara lain KTP, STNK kendaraan, foto kendaraan, alamat email, dan dokumen lain sebagai pendukung.

"Jika seluruh syarat telah dipenuhi, masyarakat untuk melakukan konfirmasi daftar sekarang," jelasnya.

Sementara itu, Pengawas Operasional SPBU 14-271-536, Jalan Ahmad Yani No 32 Ngalau, Padang Panjang Timur, Sarman Simarmata mengungkapkan, untuk kendaraan yang terdaftar nantinya akan diberikan barcode. Sedangkan jika tidak terdaftar akan diarahkan untuk mendaftar.

"Jadi untuk saat ini sosialisasi dari pihak SPBU sekaligus membantu pengendara untuk registrasi, jika diterima nanti keputusan dari verifikasi pusat," katanya.

Di sisi lain, pengendara mobil, Usman Efendi yang berprofesi sebagai pedagang harian mengungkapkan masih kesulitan melakukan registrasi.

"Masih sedikit repot. Namun saya ingin coba daftar, dan ini merupakan inisiatif sendiri," tuturnya. (k56).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar MyPertamina
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top