Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Achtung! Laju Inflasi Sumsel Melesat Sudah Capai 4,36 Persen

Inflasi di Sumatra Selatan hingga Juni 2022 menjadi peringatan awal untuk pemerintah daerah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah provinsi itu lantaran sudah melaju tinggi hingga 4,36 persen.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 01 Juli 2022  |  10:51 WIB
Achtung! Laju Inflasi Sumsel Melesat Sudah Capai 4,36 Persen
Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sumsel, Sukerik, memberikan pernyataan saat pers rilis. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, PALEMBANG – Inflasi di Sumatra Selatan hingga Juni 2022 menjadi peringatan awal untuk pemerintah daerah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah provinsi itu lantaran sudah melaju tinggi hingga 4,36 persen.

Angka tersebut merupakan inflasi tahun kalender, yakni Juni 2022 terhadap Desember 2021, yang dicatat Badan Pusat Statistik Sumatra Selatan (BPS Sumsel). Bahkan, secara tahunan (year on year) inflasi Juni sebesar 5,39 persen atau tertinggi dibanding dua tahun terakhir. Sementara inflasi pada bulan Juni 2022 sebesar 0,89 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sumsel Sukerik mengatakan jika tren laju inflasi itu terus berlanjut maka bukan tidak mungkin inflasi Sumsel pada tahun 2022 mencapai dua digit.

“Ini jadi warning awal bagi TPID karena memang baru semester 1. Kita masih punya waktu hingga enam bulan ke depan untuk mengendalikan inflasi agar tetap di bawah satu digit,” katanya, Jumat (1/7/2022).

Oleh karena itu, kata Sukerik, TPID di mana ada pemerintah di dalamnya, perlu melakukan langkah kongkret untuk pengendalian inflasi. 

Menurut Sukerik, jika inflasi tidak terkendali maka daya beli masyarakat jadi berkurang. Imbas utamanya, yakni peningkatan angka garis kemiskinan karena pengaruh kenaikan harga barang.

“Dan itu pula yang berpotensi membuat jumlah penduduk miskin di Sumsel bertambah,” katanya.

Dia memaparkan, laju inflasi yang kencang itu dipengaruhi kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran.

Namun, berdasarkan catatan BPS, yang paling berpengaruh signifikan adalah kenaikan harga bahan makanan, yakni cabai merah, bawang merah, cabai rawit dan tomat.

Andil yang paling tinggi adalah cabai merah di mana kenaikan harganya pada Juni 2022 mencapai 63,46 persen.

Sebelumnya, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Erwin Soeriadimadja, mengatakan inflasi yang terjadi komoditas bahan makanan lantaran faktor cuaca.

“Kami terus mendorong stabilitas produksi dan ketersediaan volatile foods. Apalagi kebutuhan cabai merah dan bawang merah di Sumsel ini memang lebih tinggi,” katanya.

Menurut Erwin, bank sentral tidak merevisi target laju inflasi tahun 2022, yakni masih sebesar 3,5 persen +- 1 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi sumsel
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top