Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lewat Anak Usaha, RMKE Catat Produksi Batu Bara Capai 178.515 Ton

Tambang batu bara milik PT Truba Bara Banyu Enim (TBBE) telah beroperasi sejak awal tahun 2022.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 03 Juni 2022  |  14:10 WIB
Lewat Anak Usaha, RMKE Catat Produksi Batu Bara Capai 178.515 Ton
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (14/1/2022). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, PALEMBANG – PT RMK Energy Tbk, melalui anak usahanya PT Truba Bara Banyu Enim, mencatat produksi batu bara sebanyak 178.515 ton per kuartal I/2022.

Direktur Utama PT RMK Energy Tbk (RMKE) Tony Saputra mengatakan tambang batu bara milik PT Truba Bara Banyu Enim (TBBE) telah beroperasi sejak awal tahun.

“Dengan dimulainya operasi produksi TBBE sejak awal tahun ini diharapkan dapat semakin meningkatkan potensi pertumbuhan perseroan ke depan,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Jumat (3/6/2022).

Tony mengatakan TBBE memproduksi batu bara dengan kualitas batu bara 3.200 kcal/kg (GAR) untuk penjualan dalam negeri dan ekspor.

Operasional tambang batu bara itu berbarengan dengan train loading system (TLS) RMKE di Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan.

TLS yang merupakan merupakan fasilitas muat batu bara berlokasi di dalam konsesi IUP PT TBBE.

Menurut dia, hingga saat ini, TLS Gunung Megang beroperasi untuk mendukung pengangkutan batu bara TBBE menuju stasiun bongkar Simpang di Kota Palembang.

“Namun, kami membuka peluang bagi produsen batubara lain di wilayah Kabupaten Muara Enim dan sekitarnya untuk memanfaatkan TLS tersebut,” ujarnya.

Diketahui, RMKE menyediakan jasa angkutan batu bara terintegrasi melalui jalur kereta dari kabupaten penghasil batu bara di Lahat dan Muara Enim, Sumatra Selatan bersinergi dengan PT KAI (Persero).

Selain itu, perseroan menjalankan bisnis trading batu bara melalui salah satu anak usahanya, PT Royaltama Multi Komoditi Nusantara (RMKN).

Perusahaan yang beroperasi di Provinsi Sumatra Selatan itu turut mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional yang positif sepanjang kuartal I/2022.

Tony memaparkan dua lini bisnis perseroan telah menopang pencapaian kinerja keuangan perseroan yang tumbuh positif.

“Penjualan batu bara dan jasa logistik batu bara sepanjang kuartal I/2022 sudah menopang kinerja kami,” katanya.

Dia melanjutkan, kinerja positif yang ditorehkan perseroan juga berlangsung di tenagh adanya kebijakan larangan ekspor batu bara oleh pemerintah pada awal tahun ini.

“Harga batubara yang sangat baik sepanjang kuartal I 2022 berkontribusi signifikan terhadap kinerja kami, walaupun pemerintah sempat melarang ekspor batubara pada Januari lalu,” ujarnya.

Diketahui, pendapatan bersih RMKE tercatat senilai Rp413,54 miliar atau naik 151 persen dibanding periode yang sama tahun 2021.

Laba bersih Perseroan pada kuartal I 2022 juga naik menjadi Rp38,64 miliar atau tumbuh sebesar 64% dibanding sebelumnya Rp23,61 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara RMK Energy
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top