Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tim Gabungan Evakuasi Kontainer dari Kapal Nyaris Karam di Selat Malaka

Sebagian kontainer yang berada di Tongkang Marcopolo 188 sebagian telah jatuh ke laut karena kondisi kapal sudah miring
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Mei 2022  |  11:11 WIB
Tim Gabungan Evakuasi Kontainer dari Kapal Nyaris Karam di Selat Malaka
Kapal tongkang membawa ratusan kontainer yang karam di perairan Kepri. - Antara/Bakamla RI.
Bagikan

Bisnis.com, BATAM - Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia (RI) membantu evakuasi 20 kontainer dari kapal tongkang yang nyaris karam di Perairan Selat Malaka Kepulauan Riau.

“Evakuasi 20 kontainer ini melibatkan sejumlah personel Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut Tanjung Balai Karimun (SPKKL TBK) dan Relawan Penjaga Laut (Rapala) dengan menggunakan kapal Rapala Bakamla RI,” ujar Kepala SPKKL TBK Letkol Bakamla Slamet Handhi Rahadiyono dari keterangan tertulis yang diterima Antara di Batam, Minggu (29/5/2022).

Ia ​menyebutkan penyebab kecelakaan kapal TB Mega Daya 43 yang menarik Tongkang Marcopolo 188 bermuatan 195 kontainer ini diduga cuaca buruk.

“Angin kencang serta gelombang kuat juga jadi penyebabnya, sehingga barang muatan berupa kontainer jatuh ke laut,” kata dia.

Setelah proses evakuasi 20 kontainer ini, Slamet mengatakan akan terus berkoordinasi dengan TNI AL, Polair Karimun dan Basarnas guna menindaklanjuti hasil pengamanan kontainer yang didapat.

Ia menjelaskan kejadian ini bermula pada saat kapal penarik Mega Daya 43 yang menarik TK Marcopolo 188 sedang melakukan pelayaran dari Perawang Riau dengan tujuan Singapura.

Di perjalanan, nakhoda TB Mega Daya 43 menginstruksikan kru untuk melakukan pemendekan tali "towing". Namun saat itu tongkang sudah terlihat miring ke kiri dengan sudut kemiringan sekitar 30 derajat, selanjutnya nakhoda memberi arahan untuk memanjangkan "towing" kembali.

Namun akibat cuaca buruk, chip officer TK Mega Daya 43 melakukan komunikasi dengan pihak kantor dan nakhoda untuk segera mengubah haluan menuju Pulau Karimun guna meminta izin untuk mengandaskan tongkang.

“Pada saat proses tarik menuju Pulau Karimun, sebagian kontainer yang berada di Tongkang Marcopolo 188 sebagian telah jatuh ke laut karena kondisi kapal sudah miring,” kata Slamet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam cuaca buruk

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top