Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Antisipasi yang Dilakukan Pemprov Sumut untuk Mencegah Karhutla Tahun Ini

Pada 2021 lalu, total 396,3 hektare hutan dan lahan di Sumatra Utara mengalami kebakaran. Luas itu terdiri atas 102 hektare kawasan hutan dan 193,3 hektare lahan masyarakat.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 18 Mei 2022  |  20:17 WIB
Ini Antisipasi yang Dilakukan Pemprov Sumut untuk Mencegah Karhutla Tahun Ini
Ilustrasi kebakaran hutan / Antara

Bisnis.com, MEDAN - Pada 2021 lalu, total 396,3 hektare hutan dan lahan di Sumatra Utara mengalami kebakaran. Luas itu terdiri atas 102 hektare kawasan hutan dan 193,3 hektare lahan masyarakat.
 
Pada tahun ini, tidak ada inovasi yang dilakukan Pemprov Sumatra Utara untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Antisipasi yang dilakukan relatif sama dengan penanganan tahun lalu.
 
Menurut Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Sumatra Utara Herianto, pihaknya akan meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak. Khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla).
 
"Hampir sama dengan yang dilakukan di tahun 2021, hanya kerja sama dan koordinasi lebih ditingkatkan khususnya BPBD dan Brigdalkarhutla," kata Herianto kepada Bisnis, Rabu (18/5/2022).
 
Pada 2021 lalu, terdapat beberapa daerah yang memiliki titik panas alias hotspot terbanyak di Sumatra Utara. Antara lain Kabupaten Labuhan Batu Utara sebanyak 34 titik seluas 117,5 hektare, kemudian Kabupaten Karo sebanyak 50 titik seluas 40 hektare dan Kabupaten Dairi sebanyak 47 titik seluas 31 hektare. 
 
Berdasar data Dinas Kehutanan Pemprov Sumatra Utara, luas karhutla di provinsi tersebut berfluktuasi kurun tiga tahun terakhir. Pada 2019 lalu, terdapat 332 titik panas atau hotspot dan total karhutla seluas 844,75 hektare. 
 
Pada 2020, jumlah hotspot bertambah. Namun luas karhutla berkurang. Tercatat ada 763 hotspot dengan karhutla seluas 369,62 hektare. Kemudian pada 2021, jumlah hotspot yang tercatat sebanyak 635 titik. Sedangkan karhutla mencapai 396,3 hektare. 
 
Pada dasarnya, terdapat dua faktor yang menyebabkan karhutla. Keduanya adalah faktor alami dan faktor manusia. Yang dimaksud faktor alami contohnya disebabkan oleh cuaca ekstrim, petir, lahar dan musim kemarau. Sedangkan faktor manusia seperti praktik pembukaan lahan dan kelalaian. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut Karhutla
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top