Olahan Limbah Organik Inalum, Bantu Tingkatkan Omset Bisnis Kecil Saat Pandemi

Limbah organik Inalum Operating diolah menjadi pakan ternak yang membantu meningkatkan produksi dan bisnis pelaku usaha kecil saat pandemi.
Dedi Syahputra peternak bebek petelur asal Desa Kuala Tanjung, Sei Suka, Kabupaten Batubara memanfaatkan limbah kantin Inalum Operating/ Istimewa
Dedi Syahputra peternak bebek petelur asal Desa Kuala Tanjung, Sei Suka, Kabupaten Batubara memanfaatkan limbah kantin Inalum Operating/ Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Sekali melempar batu, dua burung yang kena. Peribahasa ini cocok menggambarkan PT Inalum (Persero) (Inalum Operating) yang berkolaborasi dengan masyarakat untuk menyelesaikan masalah sosial dan lingkungan di Kuala Tanjung, Sumatera Utara.

Dedi Syahputra alias Untung, peternak bebek petelur asal Desa Kuala Tanjung, Sei Suka, Kabupaten Batubara memanfaatkan limbah kantin Inalum Operating untuk diolah menjadi pelet pakan ternak.

Menurut Untung, kebutuhan pakan ternak bebek per hari mencapai 250 kg pelet dengan harga Rp9.500 per kg. Biaya yang cukup besar dikeluarkan untuk memberi makan 200 ekor bebek.

Dari usaha ternak bebek berjualan telur, setiap bulan rata-rata pendapatan Untung mencapai Rp3 juta per bulan.

“Kami biasa jual telur bebek di warung-warung di kawasan Kuala Tanjung, permintaannya cukup banyak di sini,” ujar Untung dalam keterangan tertulis, Selasa (8/3/2022).

Inisiatif datang dari Untung yang melihat ada peluang peningkatan pendapatan melalui pemanfaatan limbah kantin Inalum Operating.

Jika sebelumnya limbah sisa makanan kantin dibuang, Untung kemudian memanfaatkan lebih dari 230 kg per hari sisa makanan kantin perusahaan atau sekitar 6 ton per bulan.

Sisa bahan maupun makanan dari kantin seperti nasi, potongan sayur-sayuran, kepala ikan, tulang ayam, dan buah-buahan diolah Untung menjadi bahan pakan ternak bebek.

Menurutnya pengolahan pakan dari bahan organik lebih baik untuk ternaknya dari pada hanya pelet saja.

“Mungkin bahan organik memiliki kandungan mikroorganisme yang baik bagi ternak. Sebelumnya, produksi telur hanya 60 butir saja per hari, setelah dikombinasi dengan pakan organik ini menjadi rata-rata 160 butir telur per hari,” katanya.

Rata-rata pendapatan Untung pun meningkat dari sebelumnya Rp3 juta kini bisa mencapai hingga Rp9 juta per bulan.

Hingga kini dia selalu kebanjiran order telur bebek untuk warung-warung di kawasan Kuala Tanjung. Untung juga mengajak pemuda di daerahnya untuk memanfaatkan limbah di sekitar agar memiliki nilai manfaat dan menguntungkan.

Selain sisa katering, masyarakat juga memanfaatkan limbah organik dari kegiatan pembersihan rumput di kawasan perusahaan.

Keberadaan rumput ternyata tak bisa diremehkan karena tim kebersihan Inalum Operating bisa mendapatkan sekitar 150 kg per hari atau 4,5 ton rumput per bulan.

Masyarakat memanfaatkan limbah sisa pemotongan rumput untuk pakan ternak setara dengan 10 ekor sapi. Program ini kemudian terintegrasi dengan pemenuhan kebutuhan hewan qurban yang setiap tahunnya dilaksanakan oleh perusahaan.

Kedua program pemanfaatan jenis limbah organik tersebut memberikan manfaat bagi seluruh pihak baik perusahaan dan masyarakat. Selain manfaat lingkungan, program-program ini juga selaras dengan pengembangan ekonomi produktif yang melibatkan pemuda.

Danny Praditya, Direktur Operasi dan Portofolio MIND ID mengatakan bahwa keberhasilan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dilaksanakan Inalum Operating dilatarbelakangi kolaborasi dan partisipasi aktif dari seluruh pihak yang terlibat.

“Program TJSL yang dijalankan Inalum Operating menyentuh aspek lingkungan, ekonomi dan sosial. Di aspek lingkungan, ada pemanfaatan limbah menjadi nilai tambah, aspek ekonomi adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan sosial karena menstimulas terbentuknya kelembagaan baru,” katanya.

Program pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial Anggota MIND ID ini dinilai beyond compliance oleh Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK) dengan diraihnya Peringkat Proper Hijau tahun lalu.

“Ini komitmen Inalum Operating dalam mendukung keberhasilan pembangunan berkelanjutan, mulai dari pemberdayaan masyarakat, pencegahan pencemaran lingkungan, pengelolaan limbah B3 dan non B3, mitigasi dampak lingkungan termasuk emisi gas rumah kaca [GRK] dan mengoptimalkan penggunaan sumber energi terbarukan,” kata Danny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Thomas Mola
Editor : Thomas Mola
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper