Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BINDA Sumbar Gelar Vaksinasi Booster Massal Perdana di Kota Sawahlunto

Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Sumatra Barat mulai melakukan penyuntikan massal vaksinasi dosis ketiga atau lebih dikenal dengan booster, di Desa Sikalang Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 12 Januari 2022  |  13:57 WIB
Kepala BINDA Sumbar Hendra (kiri) menyaksikan suntik vaksin booster perdana di Desa Sikalang Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Rabu (12/1/2022).  - Istimewa
Kepala BINDA Sumbar Hendra (kiri) menyaksikan suntik vaksin booster perdana di Desa Sikalang Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Rabu (12/1/2022). - Istimewa

Bisnis.com, SAWAHLUNTO - Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Sumatra Barat mulai melakukan penyuntikan massal vaksinasi dosis ketiga atau lebih dikenal dengan booster, di Desa Sikalang Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto.

Kepala BINDA Sumbar Hendra menyebutkan dari hasil identifikasi pemerintah, terdapat ada sekitar 21 juta sasaran untuk bulan Januari yang sudah masuk ke dalam kategori penerima vaksin booster.

"Jadi kita di Sumbar pun sudah mulai untuk vaksin booster ini. Sebenarnya selain di Sawahlunto ini, juga dilakukan Kabupaten Kepulauan Mentawai," katanya, Rabu (12/1/2022).

Dia menyebutkan alasan memilih Kota Sawahlunto dan Kepulauan Mentawai untuk menghadirkan layanan vaksin booster, karena dua daerah tersebut telah memenuhi syarat untuk penyuntikan booster perdana di Sumbar.

"Sesuai ketentuan dari Kementerian Kesehatan RI booster akan diberikan kepada Kabupaten dan Kota yang capaian vaksinasinya sudah memenuhi kriteria 70 persen untuk dosis pertama dan 60 persen dosis kedua," jelasnya.

Hendra memamparkan ada 244 kabupaten dan kota yang sudah memenuhi kriteria penerima dosis ketiga vaksinasi ini.

"Untuk di Sumbar ini, berdasarkan arahan Kemenkes RI baru Kota Sawahlunto dan Kabupaten Kepulauan Mentawai yang diprioritaskan," ujarnya.

Dikatakannya, sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo kata Hendra, vaksinasi dosis ketiga ini akan diprioritaskan untuk lansia dan kelompok rentan.

Hendra menegaskan upaya penyuntikan dosis ketiga ini, penting dilaksanakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat, terutama mengingat Covid-19 saat ini terus bermutasi.

“Presiden sudah menegaskan vaksinasi dosis ketiga ini, diberikan secara gratis. Bagi Presiden, keselamatan rakyat lebih utama. Selain kriteria di atas, syarat penerima dosis ketiga ini, calon penerima sudah menerima vaksin kedua lebih dari enam bulan sebelumnya,” sebutnya.

Hendra menambahkan vaksin booster itu aman untuk dilakukan, karena telah disetujui oleh Badan POM per 10 Januari 2022. Adapaun vaksin yang disetujui itu yakni Pfizer, AstraZeneca, Moderna dan vaksin Zifivax.

Masing-masing dikategorikan sebagai homolog, heterolog, atau bisa keduanya. Homolog sendiri berarti jenis vaksin primer atau vaksin dosis lengkap diawal sama dengan jenis vaksin booster, sedangkan heterolog maksudnya jenis vaksin primer dan booster yang digunakan berbeda.

"Vaksin booster sekarang ini diperuntukkan untuk usia 18 tahun ke atas dan minimal 6 bulan setelah mendapatkan vaksin primer dosis lengkap. Besaran dosis yang diterima akan disesuaikan dengan rekomendasi yang sudah diberikan Badan POM," jelas Hendra.

Mengingat vaksinasi ini penting, BINDA Sumbar mengajak kembali seluruh masyarakat yang sudah memenuhi kriteria booster untuk segera disuntik.

"Begitu juga untuk yang belum divaksin, diimbau untuk segera mendatangi gerai vaksinasi yang ada,” tegasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar vaksinasi Covid-19
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top