Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gubernur Sumbar Tak Mempersoalkan Songket Jadi Warisan Budaya Malaysia oleh UNESCO

Mahyeldi menilai dengan adanya langkah Malaysia menjadikan songket sebagai warisan budaya UNESCO, seharusnya Sumbar terpacu untuk lebih memperhatikan produk-produk daerah masing-masing.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 23 Desember 2021  |  12:11 WIB
Gubernur Sumbar Tak Mempersoalkan Songket Jadi Warisan Budaya Malaysia oleh UNESCO
Songket Silungkang dari Sumatra Barat. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, PADANG - Gubernur Sumatra Barat tidak mempersoalkan tentang songket jadi warisan budaya Malaysia oleh UNESCO.

Menurutnya antara Malaysia dengan Sumbar ataupun Sumatra, merupakan wilayah Melayu. Bicara soal songket, silakan jika Malaysia inginkan menjadikan songket itu sebagai warisan budaya.

"Malaysia adalah masyarakat Malayu, kan orang Minang dan Jawa, juga ada di sana. Songket ini sudah ada cukup lama," katanya, Kamis (23/12/2021).

Mahyeldi menilai dengan adanya langkah Malaysia menjadikan songket sebagai warisan budaya UNESCO, seharusnya Sumbar terpacu untuk lebih memperhatikan produk-produk daerah masing-masing.

"Artinya dari yang dilakukan oleh Malaysia ini, mari berlomba dalam kebaikan, agar produk-produk di daerah lebih diperhatikan lagi," tegas Mahyeldi.

Malaysia Telah Ajukan Songket ke UNESCO Sejak 2020

Unesco memasukkan songket dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Non-benda Kemanusiaan milik Malaysia. Ternyata Malaysia telah mengajukan songket ke Unesco sejak Maret 2020.

Di laman Unesco, Mr Punchi Nilame Megaswatte, Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Sri Lanka untuk UNESCO mengatakan pada sidang tahun ini, Komite Antar Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Non-benda memasukkan 4 unsur ke dalam Daftar Warisan Budaya Non-benda yang Perlu Dijaga Mendesak, dan 39 unsur dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Non-benda Kemanusiaan.

Sebenarnya selain Malaysia, songket juga dikenal sebagai pakaian tradisional etnis Melayu di Indonesia, Singapura, dan Brunei.

Dalam sebuah penelitian, Susan Rodgers, Anne Summerfield, dan John Summerfield menyebutkan bahwa songket dikaitkan dengan Kerajaan Sriwijaya dan sampai saat ini masih digunakan oleh masyarakat Palembang dan etnis Melayu pada umumnya.

Disebutkan bahwa songket adalah kain tenun tangan tradisional Malaysia yang dibuat oleh wanita di Semenanjung Malaya dan Sarawak. Istilah songket mengacu pada teknik tenun dekoratif yang digunakan untuk membuat kain, yang melibatkan penyisipan benang emas atau perak di antara benang dasar.

Benang ekstra tampak melayang di atas latar belakang anyaman warna-warni untuk menciptakan efek ornamen.

Songket ditenun menggunakan kek, alat tenun tradisional bersusun dua. Produk akhir adalah kain halus yang dihasilkan dari tenun tangan terampil selama berbulan-bulan oleh pengrajin ahli.

Teknik menenun yang sudah ada sejak abad ke-16 ini diturunkan dari generasi ke generasi, dan gaya songket dapat dikenali dari pola desain yang menggunakan bentuk geometris dan elemen organik, seperti bunga, burung, dan serangga. Bahan songket secara tradisional hanya dikenakan oleh bangsawan dan keluarga mereka.

Namun, hari ini digunakan oleh orang Melayu di seluruh negeri dalam pakaian upacara tradisional, untuk instalasi kerajaan, pernikahan, kelahiran, acara-acara perayaan dan acara resmi negara.

Meski tenun songket selalu kokoh di tangan perempuan, laki-laki juga ikut mendukung dengan membuat alat tenun. (k56)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar songket
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top