Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Norwegia Dorong Pengembangan Kebun Sawit Swadaya di Muba

Kedutaan Besar Norwegia untuk Indonesia mendorong pengembangan perkebunan sawit secara swadaya di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 25 November 2021  |  16:22 WIB
Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi (tengah) mendampingi Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Rut Kruger Giverin (kanan) meninjau kebun sawit swadaya di Desa Mendis Jaya, Kecamatan Bayung Lencir.  - Istimewa
Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi (tengah) mendampingi Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Rut Kruger Giverin (kanan) meninjau kebun sawit swadaya di Desa Mendis Jaya, Kecamatan Bayung Lencir. - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – Kedutaan Besar Norwegia untuk Indonesia mendorong pengembangan perkebunan sawit secara swadaya di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan.

Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Rut Kruger Giverin mengatakan Norwegia telah mendukung tata kelola perkebunan sawit yang baik lewat program pembangunan demplot di Desa Mendis Jaya, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

“Saya melihat banyak kemajuan dalam kegiatan di lokasi ini. kami terus berupaya untuk mengembangkan peluang dukungan bagi tata kelola perkebunan swadaya,” katanya, dalam siaran pers, Kamis (25/11/2021).

Dia menjelaskan pembangunan Demplot menerapkan model pengelolaan perkebunan yang baik (bestmanagement practices) yang dikelola langsung oleh Petani. 

Pembangunan Demplot merupakan bantuan dari Kerajaan Norwegia di bawah proyek Global Yield Gap Atlas (GYGA)-Indonesian Oil Palm. 

Program itu juga diinisiasi oleh para peneliti dari University of Nebraska-Lincoln (UNL) dan Wageningen University bekerjasama dengan Yayasan Setara sebagai mitra lokal.

Sementara itu, Plt Bupati Muba Beni Hernedi mengatakan pihaknya menyambut baik kerjasama dari berbagai pihak untuk penerapan perkebunan sawit yang berkelanjutan.

Dia memaparkan luas perkebunan sawit mencapai 420.000 hektare, di mana sekitar 40% dimiliki oleh masyarakat atau swadaya. 

”Sawit dan Karet merupakan urat nadi ekonomi masyarakat, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan berkolaborasi dalam mendorong praktik pengelolaan yang baik dan pengembangan hilirisasi,” katanya.

Beni memaparkan Pemkab Muba pun telah membentuk Pusat Unggulan Komoditi Lestari (PUKL). 

Program itu, kata dia, merupakan wadah kolaborasi para pemangku kepentingan dalam pengembangan komoditas sawit dan karet di Muba.

Dia memaparkan pihaknya pun terus menggalang dukungan kerja sama dan inovasi dalam pengelolaan perkebunan berkelanjutan, diantaranya dengan membuat Kesepakatan Bersama atau MoU antara Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dengan 13 Mitra pembangunan.

“Kami libatkan semua sektor, swasta, CCO/NGO, akademisi, dan pendamping masyarakat,” katanya.

Beni menilai  penerapan strategi kolaborasi diyakini bisa berdampak nyata pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Kelompok Petani Sawit Desa Mendis Jaya, Jaya Sehono, mengatakan pihaknya berharap program yang pengelolaan sawit juga menyasar sertifikasi kebun petani.

”Pengelolaan yang saat ini dilakukan oleh Petani Mendis Jaya dapat dijadikan model pengelolaan sawit yang baik serta mampu meningkatkan produktivitas hasil perkebunan dan berdampak pada peningkatan pendapatan petani,” paparnya.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit sumsel musi banyuasin
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top