Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Nagari Luncurkan Program MaRANDANG Lawan Rentenir

Direktur Utama Bank Nagari Muhammad Irsyad mengatakan selama ini tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan rentenir memang telah menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan modal mendesak yang serba praktis, mudah, dan cepat, tapi ada resiko yang ditanggung oleh masyarakat.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 26 Juli 2021  |  19:58 WIB
Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi (tengah) menyerahkan secara simbolis pinjaman KUR kepada salah seorang penerima yang didampingi oleh Direktur Utama Bank Muhammad Irsyad (kiri) dan pihak dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diselenggarakan di Aula Gubernuran Padang, Senin (26/7/2021).  - Istimewa
Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi (tengah) menyerahkan secara simbolis pinjaman KUR kepada salah seorang penerima yang didampingi oleh Direktur Utama Bank Muhammad Irsyad (kiri) dan pihak dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diselenggarakan di Aula Gubernuran Padang, Senin (26/7/2021). - Istimewa

Bisnis.com, PADANG - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatra Barat atau Bank Nagari meluncurkan program pembiayaan melawan rentenir melalui Skim KUR Super Mikro atau yang dikenal dengan MaRANDANG (Mengatasi Rentenir Daerah Minang).

Dalam kegiatan ini, Direktur Utama Bank Nagari Muhammad Irsyad mengatakan selama ini tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan rentenir memang telah menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan modal mendesak yang serba praktis, mudah, dan cepat, tapi ada resiko yang ditanggung oleh masyarakat.

"Di satu sisi rentenir sangat membantu dan dibutuhkan masyarakat. Namun di sisi yang lain rentenir sangat sangat memberatkan, mencekik leher, ini terus menerus menjadi dilema di tengah kehidupan masyarakat," sebut Irsyad dalam sambutan di Aula Gubernuran Padang, Senin (26/7/2021).

Kini Bank Nagari memiliki sebuah program yang dapat menyelamatkan masyarakat dari rentenir yang dikenal dengan MaRANDANG (Mengatasi Rentenir Daerah Minang).

Dia berharap program itu dapat menjadi salah satu alternatif solusi yang jitu bagi masyarakat, untuk membantu mendorong kebangkitan khususnya usaha mikro yang sangat dibutuhkan di tengah perekonomian yang sulit di masa pandemi ini.

"Bersama Pemerintah Daerah dan TPAKD kita dari Bank Nagari mengajak untuk bersinergi mendorong recovery ekonomi di daerah Sumbar. Kita dorong pengembangan usaha mikro melalui program MaRANDANG ini, yaitu kredit dan pembiayaan melawan rentenir di Sumbar," ujarnya.

Irsyad menjelaskan MaRANDANG sebagai alternatif bagi Bank Nagari sambil menunggu lahirnya Peraturan Gubernur sebagai payung hukum pelaksanaan Pinjaman SIMAMAK yang telah direncanakan beberapa waktu yang lalu.

Sehingga dengan adanya MaRANDANG yang bertujuan untuk melawan keberadaan rentenir, dan sudah seharusnya mampu menciptakan proses kredit dan pembiayaan yang cepat dengan persyaratan yang mudah dan tentunya dengan biaya yang murah.

"Cepat dalam arti kita harus dapat melaksanakan proses yang cepat," tegasnya.

Menurutnya Bank Nagari juga telah memiliki aplikasi LISS (Lending Information Support System) untuk proses persetujuan pinjaman, dan permohonan dapat diajukan melalui N Form secara online sehingga proses dapat lebih cepat. Proses kredit dapat dilaksanakan 2 hari atau maksimal 3 hari dengan syarat-syarat yang lengkap.

Apalagi saat ini, dengan adanya KUR Super Mikro akan dapat memberikan kemudahan – kemudahan lainnya.

Artinya agunan tambahan tidak lagi disyaratkan sehingga nasabah cukup dengan usaha yang layak dibiayai, perizinan usaha melalui UU Cipta Kerja, pemerintah sudah menyederhanakan perizinan berusaha, bahkan lama berusaha dapat kurang dari 6 bulan.

Begitu juga untuk bunga atau margin yang dibayar nasabah sangat kecil, yakni hanya 6% setahun atau setengah persen per bulan, bahkan sampai akhir tahun 2021 masih ditambah lagi subsidi 3% oleh pemerintah sehingga riil nya nasabah hanya membayar 3% setahun atau seperempat persen sebulan.

Untuk ilustrasi pinjaman 10 juta, nasabah hanya cukup membayar bunga/margin Rp50 ribu per bulan atau hanya Rp1.700 per hari.
Bandingkan dengan meminjam kepada rentenir bunganya bisa 50% satu bulan dan itu pun dipotong di awal.

Irsyad menjelaskan Bank Nagari sampai akhir tahun 2021 masih menyediakan pagu KUR super Mikro untuk pinjaman MaRANDANG ini kurang lebih Rp8 miliar.

Dengan asumsi plafond maksimal 10 juta per nasabah maka masih dapat disalurkan kepada 800 orang nasabah, sehingga kami siap mendukung program ini.

Dengan 26 kantor cabang konvensional dan 5 kantor cabang syariah, kami siap mewujudkan program ini.

"Untuk kantor kami yang lain seperti di Cabang Batusangkar, saat ini juga sedang memproses kerjasama dengan Pemda Tanah Datar untuk membuat program pinjaman lunak yang akan disubsidi pemdanya. Hal-hal seperti ini yaitu produk – produk pinjaman yang membantu masyarakat khususnya usaha mikro akan terus kami lakukan dengan bersinergi dengan para stakeholder," sebutnya.

Dikatakannya dengan adanya program tersebut, maka Bank Nagari yang selaku stakeholder dalam pembangunan ekonomi di Sumbar akan semakin menunjukkan peran masing-masing khusus dalam pengembangan usaha mikro.

Dengan program itu, Bank Nagari akan turut dapat membantu meningkatkan pemahaman pelaku usaha mikro terhadap produk dan layanan keuangan atau inklusi keuangan.

"Jadi Pinjaman MaRANDANG ini merupakan pinjaman tanpa agunan tambahan yang harus dikembalikan kepada bank, kami berharap peran dan komitmen semua pihak yang berkepentingan untuk dapat membantu mewujudkannya dengan baik," harap Irsyad.

Disamping itu untuk pengembangan pelaku usaha mikro ini tentu sangat membutuhkan pelatihan, asistensi dan fasilitasi kegiatan yang dapat menambah pengetahuan dan keterampilan para pelaku usaha, dan ini menjadi tugas dan tanggungjawab kita bersama.

"Agar program ini dapat berhasil maksimal, kami harapkan kepada instansi dan dinas terkait juga dapat membantu menghilangkan atau mengusir para rentenir dari sentra –sentra ekonomi," pintanya.

"Rentenir ini kadang-kadang menjadi beban bagi usaha super mikro karena bunganya yang mencekik. Ini yang coba diantisipasi Bank Nagari dengan terobosan program Marandang ini," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi.

Menurutnya masyarakat yang terjerat praktik rente hanya akan jadi pencari uang bagi rentenir karena bunganya yang tinggi sehingga lama kelamaan akan semakin terjerat.

Dengan hadirnya program marandang akan memudahkan dan memberikan keleluasaan dan menguntungkan masyarakat ekonomi lemah yang memiliki usaha.

"Dalam masa pandemi Covid-19 memang perlu terobosan yang dilakukan untuk bisa membantu usaha mikro kecil agar bisa bertahan bahkan kalau memungkinkan terus berkembang," ujarnya.

Dia menyebut pemerintah daerah juga akan berupaya memberikan keringanan lebih diantaranya dengan "membeli" bunga bank dari pinjaman usaha super mikro.

"Dalam pertemuan dengan bupati/wali kota ada yang berinisiatif akan membeli bunga pinjaman di bank sehingga pinjaman di masyarakat akan lebih rendah bunganya," ujarnya.

Mahyeldi berharap dengan program Bank Nagari dan bantuan pemerintah tersebut kesejahteraan masyarakat akan bisa tingkatkan.

Sementara Kepala OJK Sumbar, Yusri menambahkan selama ini persoalan utama masyarakat memang soal akses keuangan yang dianggap rumit.

"Jika melihat kemampuan masyarakat itu sebenarnya ada. Terbukti dari kemampuan membayar hutang pada rentenir meskipun berbunga tinggi," ujarnya.

Dalam peluncuran ini, Bank Nagari sekaligus juga menyerahkan akad/perjanjian kredit MaRANDANG secara simbolis kepada 6 orang pelaku usaha antara usaha penggilingan kopi, pedagang barang harian, pedagang gas dan usaha karangan bunga yang masing-masing bernilai Rp10 juta. (k56)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank nagari
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top