Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPS Canangkan Nagari Statistik dan Luncurkan Desa Cantik di Sumbar

Kepala BPS RI Suhariyanto mengatakan Sumbar merupakan daerah yang masif melakukan literasi statistik kepada masyarakat di pedesaan dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 28 Mei 2021  |  17:07 WIB
Kepala BPS RI Suhariyanto (kiri) bersama Wagub Sumbar Audy Joinaldy (tengah) serta didampingi oleh Kepala Diskominfo dan Statistik Sumbar Jasman Rizal (kanan) Pencanangan Nagari/Desa/Kelurahan dan Kecamatan Statistik di Provinsi Sumatra Barat, sekaligus meluncurkan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Auditorium Gubernuran di Padang, Jumat (28/5/2021).  Bisnis - Noli Hendra
Kepala BPS RI Suhariyanto (kiri) bersama Wagub Sumbar Audy Joinaldy (tengah) serta didampingi oleh Kepala Diskominfo dan Statistik Sumbar Jasman Rizal (kanan) Pencanangan Nagari/Desa/Kelurahan dan Kecamatan Statistik di Provinsi Sumatra Barat, sekaligus meluncurkan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Auditorium Gubernuran di Padang, Jumat (28/5/2021). Bisnis - Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG - Badan Pusat Statistik (BPS) RI melakukan pencanangan Nagari/Desa/Kelurahan dan Kecamatan Statistik di Provinsi Sumatra Barat, sekaligus meluncurkan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Auditorium Gubernuran di Padang, Jumat (28/5/2021).

Kepala BPS RI Suhariyanto mengatakan Sumbar merupakan daerah yang masif melakukan literasi statistik kepada masyarakat di pedesaan dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.

"Sumbar sudah memulainya dengan Nagari Statistik yang ada di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2019 lalu. Hal itu sangat bagus, dan sekarang kita bantu dengan adanya Desa Cantik sebuah inovasi BPS," katanya, Jumat (28/5/2021).

Menurutnya dengan hadirnya Nagari Statistik dan juga turut adanya Desa Cantik, dapat melakukan pembinaan peningkatan statistik bagi perangkat desa. Sehingga data-data yang diperoleh di lapangan bisa lebih berkualitas.

Artinya dengan bagusnya sumber daya manusia di perangkat desa untuk merangkum dan mengolah data-data yang diperoleh. Maka pemerintah di daerah pun bisa mengambil data itu, untuk mengambil kebijakan.

Bila dari desa telah ada data-data yang bagus, maka kepala daerah bisa mengambil langkah-langkah kebijakan untuk daerahnya. Misalnya soal kondisi pertanian, yang mungkin ditemukan kendala di lapangan setelah diperoleh pendataan, maka kepala daerah bisa langsung mengambil kebijakan sebagai solusi dari permasalahan tersebut.

"Tidak hanya soal pertanian, begitu juga bisa ada persoalan UMKM. Seperti kondisi UMKM lagi lesu akibat ekonomi melemah. Nah, melalui statistik, bisa tahu, dan pemerintah pun bisa mengambil kebijakan untuk membantu UMKM," sebutnya.

Untuk itu, Suhariyanto berharap dengan hadirnya Desa Statistik tersebut, bisa menanamkan literasi statistik kepada masyarakat di pedesaan.

Sedangkan untuk Desa Cantik, di Sumbar sendiri baru saja digulirkan 100 Desa Cantik yang ada di Kabupaten Dharmasraya. Ke depan jumlah Desa Cantik bisa diperluas tidak hanya di Dharmasraya saja, tapi juga bisa ke kabupaten dan kota lainnya di Sumbar.

"Kita di BPS melihat peran Nagari Statistik dan Desa Cantik akan dapat memberikan data-data yang berkualitas, karena mendatangi langsung masyarakat untuk mendapatkan data. Jadi tidak ada istilah data di dapat dari kerabat dekat saja," sebutnya.

Melihat begitu masifnya Pemprov Sumbar dalam literasi statistik itu, BPS RI pun mengapresiasi Pemprov Sumbar dan sejumlah kabupaten dan kota yang terlibat, termasuk nagari/desa yang ada di Dharmasraya.

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy mengatakan dengan adanya Nagari Statistik dan Desa Cantik, maka kedepannya tidak ada lagi yang menggunakan teori kirologi (bahasa candaan dalam Minang).

"BPS merupakan pihak yang diakui datanya oleh Presiden RI. Jadi dengan adanya data statistik sejak dari desa, akan diketahui kondisi real di lapangan. Sehingga tidak ada lagi kira-kira atau asal-asal sebut saja," tegasnya.

Audy menyampaikan, pembentukan nagari/desa/kelurahan dan kecamatan statistik yang telah dilakukan sejak tahun 2019 hingga 2021 ini dimaksudkan sebagai upaya membangun capacity building dalam pengelolaan data statistik di nagari/desa/kelurahan di Sumatra Barat

“Nagari, desa, kelurahan merupakan sumber data pertama secara kewilayahan yang kemudian direkapitulasi menjadi data kecamatan, kabupaten, kota, provinsi sampai negara,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan, data merupakan hal yang paling penting dalam pembuatan kebijakan daerah. Data tidak bisa top down, tetapi perlu bottom up, karena data yang tidak valid akan menimbulkan bias pada kebijakan yang dibuat.

Data is the most important thing to make policy. Jadi memang, statistik sangat penting karena dari data itulah kepala pemerintahan bisa buat kebijakan yang tepat,” tegasnya.

Audy juga mengapresiasi nagari/desa yang ada di Dharmasraya, karena telah mampu berinovasi yakninya melalui Nagari Statistik. Untuk itu diharapkan kabupaten dan kota lainnya, bisa menerapkan Nagari Statistik tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Sumbar Jasman Rizal menambahkan saat ini telah ada 42 Nagari Statistik di Dharmasraya. Direncanakan selain telah adanya Nagari Statistik, akan ada Kecamatan Statistik.

"Jadi sejak tahun 2019 kita telah menginisiasi Nagari Statistik pertama di Indonesia, yaitu di Nagari Sungai Duo, di Kabupaten Dharmasraya. Alhamdulillah, inovasi kita menghadirkan nagari statistik di Sumbar telah menjadi cikal bakal bagi BPS RI untuk menghadirkan program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) di tingkat Nasional," ujarnya.

Jasman berharap inovasi awal dari Pemprov Sumbar tersebut bisa mewujudkan pengumpulan data yang berbasis statistik dari nagari atau desa.

"Untuk Desa Cantik di Sumbar baru dibentuk 4 yakni berada di Dharmasraya juga. Tapi nanti akan terus kita gulirkan dari nagari hingga kecamatan," sebut Jasman.(k56).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPS sumbar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top