Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wujudkan Ketahanan Pangan, Sumbar Canangkan 40 Desa KRPL

Gubernur Sumbar Mahyeldi menjelaskan KRPL merupakan salah satu konsep pemanfaatan lahan pekarangan rumah baik di pedesaan maupun perkotaan, untuk mendukung ketahanan pangan nasional dengan memberdayakan potensi pangan lokal.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 27 Mei 2021  |  17:53 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi (tengah) meninjau Kelompok Wanita Tani Tulip di Kota Padang Panjang, dalam kegiatan pencanangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) - Istimewa
Gubernur Sumbar Mahyeldi (tengah) meninjau Kelompok Wanita Tani Tulip di Kota Padang Panjang, dalam kegiatan pencanangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) - Istimewa

Bisnis.com, PADANG PANJANG - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat terus mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan untuk tingkat rumah tangga.

Gubernur Sumbar Mahyeldi menjelaskan KRPL merupakan salah satu konsep pemanfaatan lahan pekarangan rumah baik di pedesaan maupun perkotaan, untuk mendukung ketahanan pangan nasional dengan memberdayakan potensi pangan lokal.

"Saya melihat kesadaran ibu-ibu binaan dalam melakukan kemandirian pangannya cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan tingginya antusias mereka untuk memanfaatkan lahan pekarangan yang ada sehingga pemenuhan kebutuhan pangan keluarganya tercukupi," kata Mahyeldi, dalam kunjungan kerja di Kota Padang Panjang, Kamis (27/5/2021).

Menurutnya dengan KRPL itu, setidaknya para ibu-ibu dapat mengirit biaya pengeluaran seperti membeli cabe rawit. Artinya mereka tidak perlu repot membeli ke warung, dan cukup memetik cabe di halaman pekarangan sendiri.

"Dengan cara seperti itu, telah dapat mengurangi belanja kebutuhan dapur, hal dasar dalam KRPL ya seperti, ketahanan pangan dari rumah tangga sudah tercukupi," ujarnya.

Kesadaran ini, menurut Mahyeldi akan memberikan kebaikan bagi para ibu rumah tangga ini, dalam mengelola pembelanjaan keluarga, untuk kebutuhan lain dan juga secara bijak berpihak pada produksi lokal sehingga tidak bergantung terhadap kebutuhan import.

"Kami sangat senang, bangga dan mengapresiasi kaum ibu yang ada di Padang Panjang ini, karena bisa membangun diversifikasi pangan dalam keluarga untuk berupaya mengurangi ketergantungan pada salah satu sumber pangan," sebutnya.

Gubernur juga mengatakan, pemanfaatan lahan pekarangan adalah langkah strategi yang tepat untuk memenuhi ketersediaan pangan menuju kemandirian pangan sampai ke tingkat rumah tangga, yang pada akhirnya nanti akan menuju swasembada pangan.

"Langkah strategi ini harus kita lakukan dengan baik dan sungguh-sungguh mengingat kebutuhan pangan kita semakin lama semakin meningkat dan sulit didapat," sebutnya.

Dia menyebutkan kegiatan pemanfaatan pekarang adalah untuk mengoptimalkan fungsi pekarangan rumah tangga, sebagai sumber pangan keluarga dan mendorong konsumsi pangan rumah tangga ke arah pola konsumsi beragam, bergizi, seimbang dan aman.

"Di wilayah Provinsi Sumbar sudah banyak percontohan untuk pemanfaatan pekarangan yakni kegiatan KRPL serta pemanfaatan pekarangan terpadu. Inilah yang harus kita tekankan pada setiap kelompok tani," tukasnya

"Alhamdulillah, Sumbar salah satu penyumbang beras terbesar di Indonesia. Untuk itu kita optimalkan para keluarga dalam produktivitas lahan di luar pekarangan di dalam kawasan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga," tambahnya.

Bahkan bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya berbasis partisipatif aktif dan kolektivitas/terintegrasi dalam masyarakatnya.

Gubernur berharap kegiatan pencanangan KRPL tersebut, akan dapat membuat berkembangnya kemampuan keluarga dan masyarakat secara ekonomi dan sosial, dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi secara lestari menuju keluarga dan masyarakat yang sejahtera.

Di kesempatan itu, Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran menambahkan Program KRPL di daerahnya itu sudah mulai berjalan sejak tahun 2014. Sementara dana untuk kegiatan yang merupakan salah satu program Kementerian Pertanian itu, telah disalurkan rekening Kelompok Wanita Tani (KWT) yang masuk dalam daftar program tersebut.

Ia mengungkapkan, P-KRPL adalah program pengembangan komoditi pangan yang berbasis sumber daya lokal, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

"Saat ini kita masih dihadapkan pada permasalahan pangan dan gizi, terutama pemenuhan pangan dan gizi yang masih relatif rendah. Kita masih menjumpai sejumlah besar penduduk yang rentan rawan pangan," kata Fadly Amran.

Permasalahan pola konsumsi pangan masyarakat masih jauh dari ideal yang masih didominasi oleh karbohidrat yang bersumber dari padi-padian. Masih kurang dalam mengonsumsi protein terutama yang berasal dari sumber pangan hewani.

"Masalah masalah seperti ini perlu keseriusan dalam mempersiapkan masa depan yang tangguh dan berdaya saing. Karena itu, diperlukan suatu strategi yang tepat untuk melindungi program diversifikasi dan implementasinya di masyarakat," ungkapnya.

Optimalisasi Lahan Pekarangan melalui KRPL adalah upaya dalam penyediaan pangan terutama untuk konsumsi pangan, sehingga dapat meningkatkan gizi keluarga petani itu sendiri.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sumbar Efendi menyampaikan pola KRPL merupakan aktualisasi pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal, dengan maksimalisasi produktivitas lahan lain, yang ada di lingkungannya untuk pengembangan pangan yang beraneka ragam tiap rumah tangga dalam suatu wilayah desa.

Tujuannya agar tercapai dalam menumbuh kembangkan KRPL untuk meningkatkan popularitas, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan untuk rumah tangga sesuai dengan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman. Serta dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui penyediaan pangan yang berorientasi pasar.

"Dengan KRPL ini diharapkan kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta mengembangkan ekonomi produktif dapat terpenuhi. Selain itu KRPL ini dapat menciptakan lingkungan hijau, bersih dan sehat dari pekarangan rumah keluarga," kata Efendi. (k56).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top