Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi Sumut Minus, Ini Sektor Paling Terdampak

Sementara itu, pada kuartal I/2021 lapangan usaha industri pengolahan menjadi usaha yang berperan menekan kontraksi ekonomi Sumut.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 06 Mei 2021  |  20:17 WIB
Ilustrasi lobi hotel. - Antara/Adeng Bustomi
Ilustrasi lobi hotel. - Antara/Adeng Bustomi

Bisnis.com, MEDAN - Laju pertumbuhan ekonomi Sumatra Utara kuartal I/2021 dibanding dengan kuartal I/2020 (yoy) mengalami kontraksi sebesar 1,85 persen. Mengacu pada PDRB menurut lapangan usaha, industri transportasi dan pergudangan mengalami kontraksi paling besar, (yoy) yaitu 18,30 persen.

Lapangan usaha lainnya yg mengalami kontraksi adalah penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 15,11 persen dan lapangan usaha jasa perusahaan terkontraksi sebesar 8,81 persen.

Sementara itu, pada kuartal I/2021 lapangan usaha industri pengolahan menjadi usaha yang berperan menekan kontraksi ekonomi Sumut.

"Lapangan usaha industri pengolahan memiiki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,18 persen, diikuti oleh informasi dan komunikasi sebesar 0,14 persen,pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 0,05 persen. Lapangan usaha jasa keuangan juga tumbuh sebesar 0,04 persen," kata Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sumut Taulina Anggarani, Rabu (5/5/2021).

Adapun, struktur PDRB Sumut kuartal I/2021 didominasi oleh empat lapangan usaha utama, yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 21,86 persen, industri pengolahan sebesar 19,73 persen, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 18,90 persen, dan konstruksi sebesar 13,33 persen.

Peranan keempat lapangan usaha tersebut untuk perekonomian Sumut mencapai 73,82 persen.

Sementara itu, PDRB menurut pengeluaran juga mengalami kontraksi. Berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi triwulan I/2021 (yoy), komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PKRT) merupakan komponen dengan sumber kontraksi tertinggi, yakni sebesar 2,50 persen, diikuti komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 1,12 persen. Sementara sumber pertumbuhan ekonomi dari komponen lainnya tumbuh sebesar 1,77 persen.

"Struktur PDRB Sumatera Utara menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triwulan I 2021 tidak menunjukkan perubahan yang berarti," jelas Taulina.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi sumut
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top