Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gubernur Dorong Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Minang

Produk kerajinan di Provinsi Sumatra Barat dinilai potensial untuk dikembangkan dan ditingkatkan menjadi komoditas perdagangan daerah yang unggul.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 08 April 2021  |  21:07 WIB
Salah seorang warga di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, tengah menenun songket.  - Bisnis/Noli Hendra
Salah seorang warga di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, tengah menenun songket. - Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG - Produk kerajinan di Provinsi Sumatra Barat dinilai potensial untuk dikembangkan dan ditingkatkan menjadi komoditas perdagangan daerah yang unggul.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah pun melihat bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan juga perlu untuk didorong maju, sehingga melalui produk kerajinan itu, tidak hanya soal memproduksi saja, tapi juga dapat membuat perempuan menjadi salah satu sumber, kebangkitan ekonomi di tengah diterpa pandemi COVID-19.

"Produk kerajinan itu akan dapat menjadi mata pencarian sambilan bagi para pengrajin terutama bagi perempuan," katanya dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis (8/4/2021).

Mahyeldi menjelaskan ada berbagai produk yang menjadi unggulan Pemprov Sumbar seperti produk Tenun, songket, bordir serta Sulaman.

Sebagai contoh untuk Sulam dan bordir Sumbar yang merupakan salah satu adikriya anak bangsa yang sarat nilai filosofis dan estetis. Karya sulam sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Apalagi Sumbar yang telah ditetapkan sebagai Sentra Sulam dan Bordir Indonesia. Sehingga akan dapat memacu para pengrajin untuk bisa terus bergerak memproduksi.

Dia menyebutkan dari Sumbar, telah lahir beberapa produk kriya Sulam seperti Kapalo Samek, Suji Caia, Sulam Bayang, Sulam Benang Emas, serta Bordir Kerancang.

Hasil kriya ini bahkan telah memecahkan rekor Nasional MURI bahkan dunia untuk kategori Sulam Terpanjang dengan panjang 20 meter.

"Hal ini membuktikan, bahwa Hasil kriya Sumbar diakui oleh berbagai pihak, baik untuk desain, seni pembuatan, maupun kualitas itu sendiri. Produk-produk kriya tersebut harus dikembangkan dan dilestarikan," ucapnya.

Sementara itu Ketua Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumbar Hj. Harneli Mahyeldi mengatakan bahwa Dekranasda terus berupaya untuk dapat mengambil peran dalam mengkoordinir kegiatan sesuai dengan tujuan dan sasaran Dekranas.

"Apa yang diharapkan oleh bapak gubernur, tentu membuat kami senang, karena para pengrajin yakni para perempuan dinilai berperan dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 ini," ungkapnya.

Untuk itu Harneli mengharapkan Dekranasda kedepannya dapat memberikan pelatihan-pelatihan kepada generasi muda untuk membantu pemasaran dan mempromosikan produk UMKM di masing-masing kabupaten dan kota di Sumbar.

"Generasi perlu kita siapkan. Kita latih mereka, terutama untuk para perempuan milenial, sehingga kriya kebanggan masyarakat Minangkabau akan terus ada dari zaman ke zaman," ujarnya.

Harneli melihat bila tidak diajak atau dilatih para generasi muda untuk belajar menjadi pengrajin, maka kriya kebanggaan Sumbar bisa saja sewaktu-waktu hilang.

"Saya berharap dengan adanya peran Dekranasda, dapat memacu produktivitas kerajinan di Sumbar," harapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top