Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meski Pandemi, Laba Unit Usaha Syariah Bank Riau Kepri Naik 132,92 Persen

Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Riau Kepri berhasil menorehkan peningkatan laba sepanjang 2020 lalu, meski di tengah masa pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 28 Februari 2021  |  20:35 WIB
Bank Riau Kepri - Bisnis
Bank Riau Kepri - Bisnis

Bisnis.com, PEKANBARU -- Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Riau Kepri berhasil menorehkan peningkatan laba sepanjang 2020 lalu, meski di tengah masa pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu.

Wahyudi Gustiawan, Sekretaris Perusahaan Bank Riau Kepri menjelaskan kinerja positif UUS ini tercermin dari peningkatan perolehan laba 2020 yang mencapai Rp91,89 miliar, atau naik 132,92 persen dibandingkan periode sama 2019 yang senilai Rp39,45 miliar.

"Penopang kinerja positif kami didorong oleh beberapa faktor seperti peningkatan aset dari penambahan dana pihak ketiga, kemudian juga meningkatnya penyaluran pembiayaan kepada aparatur sipil negara [ASN] dan UMKM," ujarnya kepada Bisnis Jumat (26/2/2021).

Dia memaparkan kinerja positif ini tercermin dari beberapa indikator, diantaranya nilai aset UUS Bank Riau Kepri mengalami peningkatan yaitu menjadi Rp5,07 triliun di akhir 2020, atau naik dari posisi Rp3 triliun pada akhir 2019.

Kemudian kinerja penghimpunan dana pihak ketiga berupa tabungan, deposito, dan giro syariah senilai Rp3,50 triliun, dimana pada 2019 lalu nilainya di angka Rp2,22 triliun.

Untuk penyaluran pembiayaan, sepanjang 2020 lalu UUS Bank Riau Kepri telah mengucurkan pembiayaan senilai 2,73 triliun, atau naik dibandingkan 2019 yang di angka 2,21 triliun.

"Untuk produk pembiayaan unggulan kami memang masih didominasi kelompok ASN yang sekarang banyak beralih ke syariah, untuk penyalurannya kami bekerjasama dengan pemda, misalnya untuk pembiayaan KPR dan pembiayaan konsumtif lainnya, selain itu kami juga salurkan pembiayaan bagi UMKM juga seperti petani sawit, koperasi sawit, dan usaha mikro perdagangan dan eceran," ujarnya.

Selain meningkatkan penghimpunan DPK serta penyaluran pembiayaan, perseroan juga berupaya menjaga kualitas pembiayaan yaitu menurunkan angka Non Performing Financing (NPF).

Sepanjang 2020 lalu, angka NPF berhasil ditekan menjadi 2,24 persen atau turun dibandingkan periode 2019 yang diposisi 2,84 persen. Beberapa upaya yang dijalankan misalnya memaksimalkan upaya penagihan di tiap kantor unit usaha syariah dan cabang, sehingga persentase NPF dapat ditekan.

"Bila akhir tahun ini proses konversi Bank Riau Kepri menjadi Bank Umum Syariah berjalan lancar, kami meyakini kinerja perbankan syariah ini bakal terus meningkat karena sudah disiapkan program kerja dan produk andalan guna mencapai tujuan tersebut," ujarnya.

Pihaknya berharap dengan kinerja positif UUS Bank Riau Kepri yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir ini, dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat di dua provinsi yaitu Riau dan Kepri, untuk menjadikan perbankan syariah sebagai andalan untuk setiap transaksi keuangannya di masa mendatang.

Sebelumnya seperti dimuat Bisniscom pada 2019 lalu, Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan RUPS Luar Biasa Bank Riau Kepri menyepakati pengalihan atau konversi bank daerah itu dari bank konvensional menjadi bank syariah.

Gubernur Riau Syamsuar sebagai wakil pemegang saham mayoritas menyatakan usai kesepakatan soal konversi oleh pemegang saham, BRK akan membentuk tim kajian konversi syariah.

"Hasilnya pemegang saham sepakat konversi ke bank syariah, Bank Riau Kepri akan membentuk tim kajian untuk itu," katanya Selasa (23/4/2019).

Selain melakukan kajian untuk konversi, bank daerah dua provinsi itu juga akan meningkatkan sumber daya manusia bidang syariah, serta pengembangan informasi dan teknologi pendukung layanan dan keamanan perbankan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top