Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Karet Musi Banyuasin Meroket Sepekan Terakhir

Berdasarkan catatan Dinas Perkebunan Musi Banyuasin (Muba), harga lelang karet di Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet (UPPB) di kabupaten itu rata-rata mencapai Rp11.000--Rp12.000 per kilogram (kg).
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 28 Februari 2021  |  18:59 WIB
Bupati Kabupaten Musi Banyuasin Dodi Reza Alex (kiri) mencoba teknik penyadapan karet didampingi petani karet asal kabupaten itu. istimewa
Bupati Kabupaten Musi Banyuasin Dodi Reza Alex (kiri) mencoba teknik penyadapan karet didampingi petani karet asal kabupaten itu. istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG - Harga komoditas karet di Kabupaten Musi Banyuasin terus meningkat selama sepekan terakhir.

Berdasarkan catatan Dinas Perkebunan Musi Banyuasin (Muba), harga lelang karet di Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet (UPPB) di kabupaten itu rata-rata mencapai Rp11.000--Rp12.000 per kilogram (kg).

“Harga karet di Muba menunjukkan tren peningkatan. Alhamdulillah bisa dirasakan petani karet di sini,” kata Kepala Dinas Perkebunan Muba, Akhmad Toyibir, Minggu (28/2/2021).

Menurut Akhmad, kenaikan harga karet tersebut kembali menggairahkan semangat petani karet di Muba. 

Dia menilai kondisi itu tidak terlepas dari dukungan kepala daerah untuk menjaga stabilisasi harga karet di tingkat petani.

“Ada beberapa upaya yang dilakukan bupati, salah satunya inovasi pembangunan infrastruktur jalan aspal yang bercampur karet,” katanya.

Dia menerangkan dalam program itu, karet yang diolah untuk campuran aspal langsung diserap dari petani rakyat di Muba.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung stabilisasi harga karet.

“Saya ikut senang, petani karet Muba jadi kembali bergairah. Prinsipnya Pemkab Muba akan terus memberi dukungan,” katanya.

Menurut Dodi, inovasi aspal karet akan dirasakan langsung dampaknya oleh petani karet di Muba, terlebih inovasi ini tidak hanya menjadi proyek percontohan di Indonesia.

Dia menyebut Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pun telah menyarankan agar kepala daerah lainnya turut memanfaatkan hasil karet petani di daerah masing-masing untuk pembangunan infrastruktur jalan. 

“Artinya keberhasilan inovasi aspal karet ini tidak hanya dirasakan petani karet di Sumsel saja, tetapi diharapkan dirasakan semua petani karet di Indonesia,” kata dia.

Sementara itu berdasarkan data Dinas Perkebunan Sumatra Selatan (Disbun Sumsel), harga karet di provinsi itu memang melonjak signifikan. 

Untuk harga Jumat, 26 Februari 2021, kadar karet kering (K3) 100% sudah dibanderol Rp24.008 per kg. sementara K3 70% menyentuh Rp16.806 per kg dan untuk kadar 60% senilai Rp14.405 per kg.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil (P2HP) Disbun Sumsel, Rudi Arpian, menjelaskan kondisi industri karet awal 2021 mendapatkan berkah pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19.

“Seiring banyaknya permintaan karet alam,  pasokan karet alam pun turun akibat belum pulihnya produksi karet alam di negara negara yang terdampak penyakit gugur daun karet (GDK),” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karet sumsel
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top