Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor CPO Via PT Pelindo II Teluk Bayur Ditarget Mencapai 3,5 Juta Ton

Di kawasan Pelabuhan Teluk Bayur Padang itu cukup banyak investor, khususnya di bidang produksi minyak sawit mentah. Sejauh ini aktivitas mereka terus membaik, sehingga ekspornya pun dapat diperkirakan bakal bertambah.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 15 Februari 2021  |  14:29 WIB
Aktivitas di Pelabuhan Teluk Bayur Padang, Sumatra Barat. Foto ini diambil sebelum adanya Covid-19. - Bisnis/Noli Hendra.
Aktivitas di Pelabuhan Teluk Bayur Padang, Sumatra Barat. Foto ini diambil sebelum adanya Covid-19. - Bisnis/Noli Hendra.

Bisnis.com, PADANG - Ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) melalui Pelabuhan Teluk Bayur Padang diperkirakan bakal meningkat pada 2021.

General Manager PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur, Nunu Husnul Khitam mengatakan optimistis itu dapat diukur dari telah beroperasinya PT Padang Raya Cakrawala yang merupakan perusahaan yang tergabung dalam Apical Group, serta adanya PT Wilmar Nabati.

"Kalau untuk PT Padang Raya Cakrawala itu mampu memproduksi minyak sawit mentah dengan ratusan ton per hari. Mereka ekspor CPO ke Asia Selatan. Nah hal ini yang membuat kami optimis bahwa ekspor ekspor CPO 2021 bakal meningkat," katanya, Senin 15 Februari 2021.

Dikatakannya di kawasan Pelabuhan Teluk Bayur Padang itu cukup banyak investor, khususnya di bidang produksi minyak sawit mentah. Sejauh ini aktivitas mereka terus membaik, sehingga ekspornya pun dapat diperkirakan bakal bertambah.

"Ekspor CPO melalui Pelabuhan Teluk Bayur Padang pada tahun 2020 ada sebanyak 2,2 juta ton. Sementara di tahun 2021 ini, targetnya kita naikkan sebesar 1,3 juta ton," ucapnya.

Tidak hanya soal ekspor CPO, dalam kondisi pandemi Covid-19 untuk arus peti kemas di Pelabuhan Teluk Bayur juga mengalami peningkatan pada 2020. Arus peti kemas ini mengalami kenaikan sebesar 7,5 persen dibandingkan 2019.

Husnul mengatakan, penyebab meningkatnya bongkar muat peti kemas karena pihaknya melakukan berbagai upaya, strategi, dan inovasi agar sektor perekonomian tetap tumbuh di Sumbar.

Salah satu inovasi dan strategi itu, mempercepat inovasi dan implementasi digital dan meningkatkan kolaborasi serta partnership dengan berbagai pihak.

Meskipun bongkar muat peti kemas meningkat, beberapa aktivitas barang di PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur mengalami penurunan karena pandemi Covid-19, namun penurunan itu diklaim tidak begitu signifikan.

Di antaranya adalah seperti aktivitas general cargo yang pada tahun 2020 tercatat sebanyak 211.104 ton. Sedangkan tahun 2019 mencapai 261.020 ton. Kemudian bag cargo pada tahun 2019 tercatat sebanyak 499.245 ton dan menurun pada tahun 2020 yaitu 371.671 ton.

Selanjutnya adalah curah cair pada tahun 2019 tercatat sebanyak 2.239.411 ton dan menurun pada 2020 sebanyak 2.206.180 ton. Hal yang sama terjadi pada curah kering di mana pada tahun 2019 ada sebanyak 1.723.604 ton dan pada 2020 sebesar 1.414.062 ton.

Husnul menyebutkan penurunan aktivitas juga terjadi pada aktivitas kapal. Di antaranya untuk pelayaran luar negeri tahun 2019 ada 381 unit dan 2020 menurun 341 unit.

Sementara untuk pelayaran rakyat tahun 2019 tercatat ada 827 unit dan menurun pada tahun 2020 menjadi 590 unit. Sedangkan untuk pelayaran kapal negara atau tamu 2020 hanya sebanyak 5 unit dibandingkan tahun 2019 menggapai 28 unit.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpo pelindo ii
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top