Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelatihan Tenaga Kerja di Medan Menurun 31,5 Persen Sepanjang 2020

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker Budi Hartawan menyampaikan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan Pada tahun 2020, hanya bisa melatih sekitar 8.211 tenaga kerja.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 31 Januari 2021  |  14:55 WIB
Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Ida Fauziyah pada kunjungan kerja ke Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan, Jalan Gatot Subroto, Medan, Sabtu (30/1). - Istimewa
Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Ida Fauziyah pada kunjungan kerja ke Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan, Jalan Gatot Subroto, Medan, Sabtu (30/1). - Istimewa

Bisnis.com, MEDAN - Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker Budi Hartawan menyampaikan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan Pada tahun 2020, hanya bisa melatih sekitar 8.211 tenaga kerja. Jumlah ini menurun sekitar 31,5 persen dari tahun 2019.

Sepanjang tahun 2019, BBPLK telah melatih 12.000 tenaga kerja di Sumut. Penurut Budi, penurunan jumlah pelatihan di tahun 2020 adalah dampak pandemi Covid-19.

Dari 8.211 orang tersebut, sebanyak 2.227 orang dilatih melalui program kartu prakerja. Pada masa pandemi pelatihan dilakukan secara daring dan luring.

Budi menambahkan, terdapat dua jurusan unggulan dari BBPLK Medan, diantaranya jurusan konstruksi dan jurusan pariwisata.

"Meskipun menurun, inovasi yang kita lakukan tidak terhambat, kita terus melakukan penyesuasian dan inovasi metode pelatihan,” kata Budi, Sabtu (30/1/2021).

Sebagai upaya untuk mengembangkan keterampilan SDM di Sumatra Utara (Sumut), BBPLK menandatangani dua nota kesepahaman sekaligus pada Sabtu (30/1/2021).

Pertama, penandatanganan dilakukan antara BBPLK Medan dengan PT Edukasi Kreasi Solusi tentang pelatihan sertifikasi dan penempatan tenaga kerja.

Kedua, dilakukan antara BBPLK Medan dengan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI), PT Pelindo I, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) tentang pengembangan pelatihan kerja.

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah berharap BBPLK Medan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung program destinasi super prioritas Danau Toba.

"Setiap pekerja harus punya keterampilan dan tersertifikat. Pada tahun 2020 angka pengangguran meningkat menjadi 9,7 juta (orang) akibat pandemi Covid-19," kata Ida di di Aula BBPLK Medan, Jalan Gatot Subroto, Medan, Sabtu (30/1/2021).

Mengenai jumlah penduduk bekerja di Sumut, Ida mengapresiasi angka persentase penduduk bekerja berpendidikan Sumut, yaitu 53 persen. Menurutnya, angka tersebut berada di atas angka rata-rata nasional.

Selanjutnya, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sabrina menyambut baik kesepakatan antara BBPLK dengan asosiasi/industri tersebut. Menurutnya sinergi perlu dilakukan guna meningkatkan kualitas SDM di Sumut. Sehingga tenaga kerja mampu bersaing dan berdaya guna tinggi.

“Ini sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sumut, kita harapkan ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” kata Sabrina.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top