Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahun Ini, Rata-rata Inflasi Sumut Paling Rendah Dibanding 3 Tahun Terakhir

Hingga Rabu, (23/12/2020), inflasi tahun kalender Sumatra Utara mencapai 1,21 persen (ytd). Pencapaian ini jauh lebih rendah dari inflasi kumulatif pada periode yang sama tahun sebelumnya, maupun historis rata-rata tiga tahun terakhir.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  12:31 WIB
Ilustrasi. Secara tahunan, emas perhiasan tercatat mengalami inflasi sebesar 27,43 persen (yoy) - Antara
Ilustrasi. Secara tahunan, emas perhiasan tercatat mengalami inflasi sebesar 27,43 persen (yoy) - Antara

Bisnis.com, MEDAN - Hingga Rabu, (23/12/2020), inflasi tahun kalender Sumatra Utara mencapai 1,21 persen (ytd). Pencapaian ini jauh lebih rendah dari inflasi kumulatif pada periode yang sama tahun sebelumnya, maupun historis rata-rata tiga tahun terakhir.

“Rata-rata inflasi kumulatif per bulan sejak tahun 2017 adalah 2,33 persen,” ungkap Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatra Utara Ibrahim, Senin (28/12/2020).

Pada tahun 2017, rata-rata inflasi bulanan Sumut adalah 3,20 persen. Rata-rata inflasi ini tercatat paling tinggi sepanjang tiga tahun terakhir.

Sementara itu, rata-rata inflasi bulanan di tahun 2018 adalah 1,23 persen dan pada tahun 2019 sebesar 2,33 persen.

Menurut Ibrahim, rendahnya inflasi kumulatif tahun ini dipengaruhi oleh kelompok administered prices, terutama angkutan udara 2020 akibat terbatasnya mobilitas pada masa pandemi.

Adapun, deflasi di Sumut masih dapat tertahan oleh kenaikan harga emas perhiasan seiring dengan naiknya harga emas global.

Secara tahunan, emas perhiasan tercatat mengalami inflasi sebesar 27,43 persen (yoy). Angka ini lebih rendah dari bulan Oktober yang sebesar 30,28 persen (yoy).

Adapun, pada bulan November emas mengalami deflasi sebesar minus 2,18 persen (mtm). Komoditas ii baru mengalami penurunan harga pada bulan November setelah sejak awal pandemi harganya terus melambung.

“Tingginya kenaikan harga emas perhiasan mendorong kenaikan bobot komoditas terhadap keranjang inflasi sejak awal pandemi dan mencapai puncaknya pada bulan September,” pungkas Ibrahim.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top