Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Debat Pilkada Medan, Bencana Banjir Jadi Amunisi Menyerang

Medan menjadi Kawasan strategis nasional (KSN).
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 05 Desember 2020  |  19:11 WIB
Debat Pilkada Medan, Bencana Banjir Jadi Amunisi Menyerang
Pasangan Calon Wali Kota Medan Nomor Urut 2, Bobby Nasution-Aulia Rahman pada Debat Publik Pilkada Kota Medan Putaran Ketiga, Sabtu (5/12 - 2020).
Bagikan

Bisnis.com, MEDAN - Pasangan Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution-Aulia Rahman menyatakan bencana banjir yang terjadi di beberapa titik di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang merupakan kegagalan kolaborasi antara Pemerintah Kota Medan bersama Pemerintah Daerah Binjai, Deli Serdang, Karo (Mebidangro).

Hal tersebut disampaikan Bobby dalam Debat Publik Pilkada Kota Medan Putaran Ketiga, Sabtu (5/12/2020). Bobby menjelaskan seharusnya Pemerintah Kota (Pemkot) Medan bersama Pemerintah Kabupaten Karo melakukan kerja sama dalam pengadaan kanal banjir.

"Bencana Kota Medan tanggal 4 Desember hari Jumat lalu inilah salah satu bentuk kegagalan kolaborasi Kota Medan dan kota/ kabupaten sekitarnya. Terkhusus banjir yang kita rasakan hari ini adalah kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Karo. Saluran dan kanal di Kota Medan harusnya bisa dibuka secepat mungkin apabila debit air dari hulu sudah naik," kata Bobby.

Sebelumnya, Perpress no 62 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Medan, Binjai, Deli, Serdang Karo (Mebidangro) menetapkan Medan menjadi Kawasan strategis nasional (KSN). Menurut Bobby, Kota Medan belum mampu memanfaatkan momentum KSN tersebut untuk mengatasi permasalahan daerah, salah satunya tempat pembuangan sampah (TPS) di Kota Medan.

Mengenai TPS, Pemkot Medan seharusnya melakukan kolaborasi dengan Pemkab Deli Serdang dalam rangka pengadaan lahan TPS. "Harus ada tempat pembuangan akhir sampah terpadu yang bisa dikolaborasikan dengan Pemerintah Deli Serdang," katanya.

Calon Wakil Wali Kota Medan Nomor urut 1 Salman Al Farisi membantah pernyataan yang menyebutkan Pemkot Medan gagal menangani banjir. Katanya, penanganan banjir merupakan tanggung jawab Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi.

"Ketika terjadi banjir besar di Sumut yang meliputi beberapa kabupaten dan kota, apabila dikatakan kegagalan, maka ini bukan kegagalan Kota Medan, tetapi kegagalan kolaborasi pusat dengan provinsi dan kolaborasi provinsi dengan Kota Medan," kata Salman, Sabtu (4/12/2020).

Salman menjelaskan bahwa masalah banjir yang terjadi di beberapa titik di Kota Medan dan Deli Serdang adalah tanggung jawab Balai Wilayah Sungai (BWS) yang langsung di bawah komando Pemerintah Pusat.

Dalam sesi debat tersebut, Bobby kembali membantah pernyataan Salman dengan argumen bahwa Kepala Pemerintahan daerah seharusnya mengetahui aliran hulu ke hilir sungai yang melintasi kota pemerintahannya.

Sementara itu, calon Wakil Wali Kota Medan Nomor urut 2 Aulia Rahman meminta pasangan Akhyar-Salman tidak hanya melimpahkan tanggung jawab kepada Pemerintah Pusat.

"Kita jangan menyalahkan pemerintah pusat, justru kita merapatkan diri dengan pemerintah pusat. Ajukan anggaran, masukkan dalam RPJMD agar sinkron dengan RPJMN," katanya menutup sesi debat, Sabtu (5/12/2020).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medan sumut
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top