Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Sumsel Babel Resmi Jadi Bank Penyalur Kredit Dana PEN

Dengan demikian, Bank Sumsel Babel menjadi salah satu bank pembangunan daerah (BPD) yang dipercaya pemerintah sebagai bank penyalur dana PEN. Pemerintah pun menargetkan Bank Sumsel Babel dapat melipatgandakan penyaluran pembiayaan menjadi Rp800 miliar.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 29 November 2020  |  16:35 WIB
Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin (kelima dari kiri) menandatangani perjanjian kemitraan penempatan dana dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN). - Bisnis/Dinda Wulandari
Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin (kelima dari kiri) menandatangani perjanjian kemitraan penempatan dana dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN). - Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah pusat resmi menempatkan dana pemulihan ekonomi nasional atau PEN senilai Rp400 miliar di Bank Sumsel Babel untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit. 

Dengan demikian, Bank Sumsel Babel menjadi salah satu bank pembangunan daerah (BPD) yang dipercaya pemerintah sebagai bank penyalur dana PEN. Pemerintah pun menargetkan Bank Sumsel Babel dapat melipatgandakan penyaluran pembiayaan menjadi Rp800 miliar.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin mengatakan sebagai bank mitra, perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan daya beli dan perekonomian masyarakat melalui penyaluran kredit.

“Kami akan fokuskan penyaluran kredit produktif di empat sektor,yakni pertanian, perikanan, pariwisata dan infrastruktur,” katanya usai penandatanganan perjanjian kemitraan penempatan dana PEN antara Bank Sumsel Babel dan Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Jumat (27/11/2020).

Syamsudin menjelaskan penempatan dana PEN dapat menjadi pelengkap sumber keuangan bank. Pihaknya pun memastikan segera melakukan eksekusi penyaluran kredit begitu dana tersebut ditempatkan ke kantong BPD tersebut. 

“Kami harapkan bisa masuk tahun ini, namun kalau pun pada awal tahun depan tidak masalah, kami akan langsung eksekusi,” katanya.

Menurut dia, perusahaan telah mengatur strategi agar kredit yang bersumber dari dana PEN terserap maksimal. Salah satunya fokus pada potensi sektor-sektor usaha yang menggerakan ekonomi di Sumsel maupun Babel.

Dia mencontohkan, pertanian merupakan sektor unggulan Sumsel. Apalagi, sektor ini terbukti mampu mencatatkan pertumbuhan yang positif di tengah pandemi Covid-19. Belum lagi untuk perkebunan yang merupakan subsektor pertanian. 

Perusahaan berencana menggarap kredit untuk peremajaan kebun sawit, di samping juga menyalurkan kredit untuk petani karet seiring harga komoditas tersebut yang berangsur pulih.

“Kami harus stress test sektor mana yang ingin digarap, harus ada manajemen risikonya,” katanya.

Pemerintah pun memberi jangka waktu hingga 1 tahun kepada Bank Sumsel Babel untuk menyalurkan pembiayaan dari dana PEN tersebut. 

Dia melanjutkan Bank Sumsel Babel juga memiliki kekuatan di kredit konsumtif. Menurutnya tak masalah jika dana PEN juga disalurkan untuk kredit konsumtif, salah satunya pembiayaan untuk para aparatur sipil negara (ASN) di dua provinsi tersebut.

“Kalau memang di sektor produktif belum berhasil dalam menangani [dampak] Covid-19, maka sektor konsumtifnya harus kita dukung, masuk ke ASN, misalnya. Kalau tidak daya beli masyarakat tetap rendah,” ujarnya.

Namun demikian, Syamsudin menekankan, Bank Sumsel Babel tetap memprioritaskan kredit produktif karena sektor itu lah yang menggerakkan perekonomian lewat dampak berganda.

Sementara itu Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumsel Taukhid mengatakan Bank Sumsel Babel wajib melakukan leverage dua kali lipat dari dana yang ditempatkan tersebut, sehingga kredit yang disalurkan targetnya sebanyak Rp800 miliar.

“Program penempatan dana adalah salah satu unsur dari sekian langkah yang harus ditempuh dalam rangka PEN,” katanya.

Dia menjelaskan pandemi Covid-19 membuat pemerintah mengubah postur APBN, yakni menambah biaya atau belanja dan mengurangi pendapatan.

“Belanja tersebut ujungnya ke dana PEN di mana ada 4 program utama, yakni restrukturisasi kredit, investasi di sektor riil, penjaminan dan penempatan dana di perbankan,” katanya.

Salurkan ke Sektor Penggerak Ekonomi Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 7 Sumatra Bagian Selatan (OJK KR 7 Sumbagsel) berharap Bank Sumsel Babel mampu menyalurkan kredit ke sektor yang mempercepat pergerakan ekonomi daerah.

Kepala Kantor OJK KR 7 Sumbagsel, Untung Nugroho, mengatakan sektor penggerak perekonomian adalah sektor produktif. Namun, menurutnya kredit PEN itu bisa pula disalurkan untuk sektor konsumtif.

“Yang jelas dari penempatan dana Rp400 miliar itu, Bank Sumsel Babel harus melipatgandakan penyaluran jadi Rp800 miliar, akan dikaji selama 6 bulan. Nanti pemerintah akan me-review apakah diperpanjang atau tidak,” jelasnya.

Untung mengatakan otoritas berkomitmen untuk mengawasi pelaksanaan penyaluran kredit dari penempatan dana PEN. 

Dia menambahkan, saat ini sebetulnya likuiditas perbankan di Sumsel dan Babel, termasuk Bank Sumsel Babel, masih dalam kondisi baik. Dana PEN pemerintah, kata dia, bisa menjadi stimulus untuk perbankan menurunkan suku bunga kredit.

“Ini kan dana murah, jadi begitu masuk cost of fund BPD turun sehingga nantinya diharapkan lending rate bisa turun juga,” katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top