Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TKDD ke Sumsel Tahun 2021 Turun Jadi Rp26,6 Triliun

Transfer Keuangan Daerah dan Dana Desa atau TKDD tahun 2021 dari Pusat ke Provinsi Sumsel 2021 turun sekitar 12 persen dari semula Rp30 triliun menjadi Rp26,6 triliun.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 25 November 2020  |  20:22 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru. - Bisnis/Dinda Wulandari
Gubernur Sumsel Herman Deru. - Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG -- Transfer Keuangan Daerah dan Dana Desa atau TKDD tahun 2021 dari Pusat ke Provinsi Sumsel 2021 turun sekitar 12 persen dari semula Rp30 triliun menjadi Rp26,6 triliun.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Sumsel, Taukhid, mengatakan hampir seluruh daerah di Tanah Air menghadapi penurunan TKDD untuk tahun 2021.

"Ini dampak dari realokasi dan refocusing anggaran, jadi secara nasional rata-rata memang turun," katanya, Rabu (25/11/2020).

Dia menambahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN), pemerintah pun menyerahkan TKDD dan daftar isian penggunaan anggaran (DIPA) 2021 lebih awal.

Dengan demikian, kata dia, pemerintah daerah maupun satker kementerian dan lembaga bisa membelanjakan anggaran pada awal tahun.

Taukhid mengatakan dengan adanya penyerahan DIPA dan daftar TKDD tersebut, pihaknya berharap pemda maupun kementerian lembaga bisa segera menyerap anggaran yang telah dibagikan.

"Sehingga ekonomi di awal tahun nanti sudah bisa bergerak," katanya.

Adapun DIPA tingkat Satuan Kerja Kementerian dan Lembaga Negara di Sumsel mengalami kenaikan sekitar Rp1,7 triliun, atau mencapai Rp14,86 triliun.

Angka tersebut tercatat meningkat dibanding tahun ini yang sekitar Rp13,1 triliun.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan ada dua instruksi yang dikeluarkan Presiden RI Joko Widodo saat melakukan penyerahan DIPA dan TKDD.

Pertama, kata Deru, pemerintah daerah bisa menyegerakan proses pelelangan. Sehingga di awal 2021, uang APBN dan APBD bisa beredar di masyarakat.

"Kedua, fokus anggaran untuk kesehatan. Utamanya dalam penanganan Covid-19. Disamping sektor lain seperti pendidikan, bantuan sosial dan pemulihan ekonomi," ujarnya.

Menurutnya, Pemprov Sumsel nantinya akan memanfaatkan anggaran 2021 untuk mengembangkan potensi UMKM dan pertanian. Sebab, sektor tersebut dapat menstimulus perekonomian ke depannya. "Kita akan memberikan perhatian khusus ke UMKM dan pertanian," terangnya.

Sejauh ini, kata Deru, realisasi serapan APBD terus dikebut pelaksanaannya.

"Kita sudah maksimal mengejar realisasi. Mudah-mudahan akhir tahun ini bisa dipercepat lagi progresnya. Target kita harus tuntas 100 persen," ujar Deru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top