Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sumut Inflasi 0,47 Persen pada Oktober 2020

Setelah mengalami deflasi pada September lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Utara (Sumut) mencatat inflasi sebesar 0,47 persen pada bulan Oktober 2020.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 02 November 2020  |  16:04 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, MEDAN - Setelah mengalami deflasi pada September lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Utara (Sumut) mencatat inflasi sebesar 0,47 persen pada bulan Oktober 2020.

Dengan begitu, inflasi tahun kalender 2020 (Oktober 2020 terhadap Desember 2019) meningkat sebesar 0,87 persen. Apabila dibandingkan dengan Oktober 2020 (yoy) terjadi inflasi sebesar 0,69 persen.

Dari lima kota indeks harga konsumen (IHK) di Sumut, Kota Sibolga tercatat mengalami inflasi tertinggi pada Oktober 2020 sebesar 1,04 persen. Posisi kedua diduduki oleh kota Gunungsitoli dengan inflasi sebesar 0,71 persen. Selanjutnya, Padangsidimpuan 0,52 persen, Pematangsiantar sebesar 0,46 persen, dan Medan sebesar 0,45 persen.

Dari 24 kota IHK di Pulau Sumatra, inflasi tertinggi juga terjadi di kota Sibolga sebesar 1,04 persen. Bila dibandingkan dengan 90 kota IHK di Indonesia, Sibolga pun menduduki posisi pertama inflasi tertinggi bulan Oktober. Dengan kata lain, Sibolga adalah kota IHK di Indonesia dengan inflasi tertinggi pada Oktober 2020.

“Menurut kelompok pengeluaran inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan tingkat inflasi 1,37 persen,” ungkap Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut Dinar Butar-Butar melalui konferensi pers virtual, Senin (2/11/2020).

Penyumbang inflasi pada kelompok pengeluaran ini adalah kenaikan harga pada cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, cabai hijau, dan minyak goreng. Kelompok ini merupakan penyumbang inflasi terbesar pada bulan Oktober dengan andil 0,44 persen.

Dari sebelas kategori kelompok pengeluaran, dua diantaranya mengalami deflasi, yaitu kelompok pengeluaran air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen. Deflasi pada kelompok ini terjadi karena penurunan tarif listrik dan komoditas keramik.

Kelompok lain yang menyumbang deflasi adalah kelompok informasi komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen karena penurunan harga komoditas telepon seluler.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut inflasi sumut
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top