Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI Kaji Efektivitas Stimulus APBN ke Pemda untuk Pemulihan Ekonomi

Bank Indonesia akan mengkaji efektivitas stimulus pemerintah pusat kepada APBD pemerintah daerah dalam rangka pemulihan ekonomi selama pandemi Covid-19.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  17:28 WIB
Plt. Walikota Medan Arief Sudarto Trinugroho (tengah) bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Wiwiek Sisto Widayat (kanan) di Santika Premiere Dyandra Hotel dan Convention, Senin (26/10/2020). - Bisnis/Cristine Evifania Manik
Plt. Walikota Medan Arief Sudarto Trinugroho (tengah) bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Wiwiek Sisto Widayat (kanan) di Santika Premiere Dyandra Hotel dan Convention, Senin (26/10/2020). - Bisnis/Cristine Evifania Manik

Bisnis.com, MEDAN - Bank Indonesia akan mengkaji efektivitas stimulus pemerintah pusat kepada APBD pemerintah daerah dalam rangka pemulihan ekonomi selama pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Wiwiek Sisto Hidayat di Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention, Senin, (26/10/2020). Dia mengungkapkan, saat ini perekonomian tiap daerah di Indonesia sedang bertumpu pada ekspansi fiskal.

“Fiskal ini menjadi penting. Bukan hanya di Sumatera, tapi se-Indonesia bertumpu pada bagaimana ekspansi fiskal. Konsumsi ekspor dan investasi turun, sehingga dorongan ekonomi yang terjadi di semester dua ini akan lebih bertumpu apakah fiskal bisa ekspansi,” ungkap Wiwiek, Senin (26/10/2020).

Wiwiek menyebutkan Bank Indonesia bersama peneliti perlu melakukan riset mendalam tentang efektifitas stimulus dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disampaikan ke Pemerintah Daerah sepanjang pandemi Covid-19 ini.

“Ke depannya kita akan dorong konsentrasi di fiskal. Banyak stimulus yang diberikan APBN baik pada ekonomi Indonesia maupun ekonomi Sumut. Bagaimana dana stimulus yang didaerahkan itu bisa direalisasikan sesuai yang dialokasikan (di) APBN,” kata Wiwiek.

Wiwiek juga menyampaikan pada dasarnya riset fiskal masih sangat minim di Indonesia. Hal itu dikarenakan data fiskal yang sangat terbatas. Selain itu, menurutnya fiskal adalah ilmu yang unik. Tidak semua peneliti ataupun pengamat ekonomi mampu mengakses fiskal secara baik.

Demikian halnya di perguruan tinggi. Tidak semua universitas atau lembaga yang dapat mengakses dan meneliti kebijakan fiskal pemerintah secara detail.

Hal ini tercermin pada kegiatan 1st Sumatra Economic Summit (Sumatranomics) yang diinisiasi Bank Indonesia bersama Dewan Riset Daerah Sumut. Kegiatan ini merupakan kompetisi riset yang diperuntukkan bagi akademisi, peneliti, maupun pengamat ekonomi.

Para peneliti diundang untuk mengumpulkan karya ilmiah yang berkaitan dengan strategi pertumbuhan ekonomi sumatera untuk mendukung pemulihan dan percepatan pertumbuhan perekonomian Indonesia pada era new normal.

Terdapat sepuluh subtema yang dapat dipilih par peneliti, salah satunya mengenai reformasi fiskal pemerintah daerah pasca pandemi Covid-19. Namun, dari 89 karya ilmiah yang terkumpul, subtema ini tidak menarik minat para finalis karena terbatasnya akses dan data mengenai kebijakan fiskal.

“Kami mendapati telaah fiskal masih relatif minim. Hal ini barangkali terkait dengan permasalahan ketersediaan dan kemudahan akses data fiskal regional yang kurang memadai,” kata Wiwiek.

Menanggapi keterbatasan riset fiskal di Sumut, Plt. Walikota Medan Arief Sudarto Trinugroho mengungkapkan Dewan Riset Daerah Sumut tetap aktif melakukan penelitian.

Selain itu, dia berharap Sumatranomics terus dilakukan demi tersedianya publikasi ilmiah mengenai perekonomian daerah, khususnya jurnal ilmiah mengenai kebijakan fiskal.

“Dewan Riset Sumut sangat aktif. Kita harapkan nantinya, ini kan yang pertama, ada yang kedua, ketiga, dan selanjutnya. Nantinya juga bisa makin lama makin banyak,” kata Arief di Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention, Senin (26/10/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top