Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kopi Robusta Pagaralam Raih Sertifikat Indikasi Geografis

Kopi robusta Pagaralam, Sumatra Selatan, resmi mendapat sertifikat indikasi geografis dari Direktorat Jenderal Merek dan Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  17:32 WIB
Biji kopi Robusta. - Bloomberg/Dimas Ardian
Biji kopi Robusta. - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, PALEMBANG – Kopi robusta Pagaralam, Sumatra Selatan, resmi mendapat sertifikat indikasi geografis dari Direktorat Jenderal Merek dan Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM.

Perolehan kopi asal Kabupaten Empat Lawang itu menambah jajaran kopi robusta asal Sumsel yang mendapat sertifikasi.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian, mengatakan sebelumnya kopi robusta Semendo dan Pagar Alam telah lebih dulu mendapat sertifikasi.

“Tahun 2020 ini bertambah satu kota lagi yang menerima Sertifikat Indikasi Geografis, Kopi Robusta Pagaralam,” katanya, Senin (19/10/2020).

Rudi melanjutkan Kota Pagaralam juga pada April tahun 2019, telah melepas empat varietas unggul kopi robusta. 

Keempat varietas unggulan bersertifikat, yakni robusta basemah1, basemah 2, basemah 3 dan basemah 4 oleh Kementerian Pertanian.

Dia menerangkan salah satu varietas unggul kopi robusta hasil seleksi pohon induk di Batu Belighe, Kelurahan Gunung Dempo, Kecamatan Pagar Alam Selatan. 

“Berat biji dalam 100 g sebesar 31,30 g dengan potensi produksi rata-rata mencapai 1,62 kg per biji per pohon per tahun atau setara dengan 2,60 ton per biji per ha per tahun,” paparnya.

Rudi mengemukakan populasi varietas itu mencapai 1.600 tanaman dan umur ekonomis tanaman hingga 30 tahun. 

Adapun keunggulannya, kata dia, mampu beradaptif pada dataran tinggi (? 700 m dpl) dengan tipe iklim A atau B (Schmidth&Ferguson). 

“Keunggulan lainnya memiliki skor citarasa seduhan 81,25 sampai 82,50 (Fine Robusta) dengan karakter citarasa spicy dan nutty,” kata dia.

Menurut Rudi, kualitas hulu yang sudah baik ini akan lebih optimal lagi jika didukung dengan kekompakan di hilir komoditas kopi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel kopi
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top